UII DALWA – Atmosfer akademik yang penuh semangat mewarnai aula utama kampus (Mabna Hubabah) dalam kegiatan pelepasan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun Akademik 2025/2026 yang resmi digelar pada Senin (28/4). Program ini akan berlangsung selama 30 hari ke depan sebagai bagian integral dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
Sebanyak 289 mahasiswi dari lima program studi, yakni Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Ekonomi Syariah (ESy), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Bimbingan Konseling Islam (BKI), terlibat dalam program ini. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh ketua panitia beserta jajaran, para koordinator program studi, serta pamong dari berbagai instansi mitra yang menjadi lokasi penempatan mahasiswi.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari masing-masing koordinator program studi dan ketua panitia, yang menegaskan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan dunia kerja dalam membentuk lulusan yang adaptif dan kompetitif.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Maulidia Amirul Aulia, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa program PPL–PKL bukan sekadar agenda akademik rutin, melainkan sarana strategis untuk memperluas jejaring profesional sekaligus mengembangkan keterampilan non-teknis (soft skills) mahasiswi. Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kesiapan kerja lulusan.
“Mahasiswi tidak hanya dituntut memiliki penguasaan teoritis, tetapi juga kemampuan aplikatif serta etika profesional. Oleh karena itu, PPL dan PKL menjadi ruang pembuktian kualitas lulusan di tengah dinamika dunia kerja,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswi akan ditempatkan di berbagai instansi mitra, meliputi lembaga pendidikan, unit usaha pesantren, unit administrasi kampus dan pesantren, hingga lembaga keuangan syariah. Penempatan ini didasarkan pada kesesuaian kompetensi bidang studi dengan kebutuhan institusi mitra, sehingga tercipta hubungan timbal balik yang produktif antara dunia akademik dan praktik profesional.
Lebih lanjut, peserta diingatkan untuk menjunjung tinggi nilai integritas, profesionalisme, dan etos kerja selama menjalani program. Mahasiswa diposisikan sebagai representasi institusi yang membawa nama baik kampus dalam interaksi dengan mitra eksternal.
Sementara itu, salah satu peserta dari Program Studi Ekonomi Syariah menyampaikan antusiasmenya dalam mengikuti kegiatan ini. Ia menilai bahwa program PPL–PKL merupakan momentum penting untuk memahami secara langsung ekosistem kerja serta mengasah kemampuan adaptasi di lingkungan profesional.
Kegiatan pelepasan ditutup dengan prosesi simbolis penyematan tanda peserta serta sesi dokumentasi bersama masing-masing program studi. Melalui program ini, diharapkan mahasiswi mampu menginternalisasi pengalaman praktis yang relevan sebagai bekal dalam penyelesaian tugas akhir serta persiapan memasuki dunia kerja.
Dengan demikian, pelaksanaan PPL–PKL tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran lapangan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional.Unun/Randi.S./red.

