Pasuruan – Suasana akademik yang dinamis tampak di lingkungan UII Dalwa pada Rabu (22/04/2026) sore, ketika sekelompok mahasiswa Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) semester II mengikuti kegiatan seminar praktisi yang diselenggarakan di Mabna Abuya Hasan lantai 4 yang didampingi langsung Kaprodi MHU Fakultas Dakwah UII Dalwa Muhammad Rafiuddin,M.Pd.. Kegiatan ini menjadi bagian dari inovasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
Seminar menghadirkan Habib Abdullah Al-Haddad,M.Pd. Manajer Operasional Dalwa Travel, sebagai narasumber utama. Kehadiran praktisi industri ini memberikan perspektif langsung mengenai dinamika pengelolaan layanan perjalanan ibadah umrah di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Habib Abdullah Al-Haddad menjelaskan sejarah berdirinya Dalwa Travel yang berakar dari pengembangan unit usaha pesantren, menyusul berdirinya Percetakan Dalwa dan Dalwa Collection pada tahun 2014. Inisiatif pendirian biro perjalanan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan dan aspirasi wali santri yang menginginkan adanya layanan perjalanan ibadah yang terintegrasi dengan lingkungan pesantren, atas arahan Abuya Habib Zain Baharun.
Lebih lanjut, ia menguraikan tantangan regulasi yang dihadapi pada masa awal perintisan. Pada saat itu, kebijakan pemerintah mengharuskan biro perjalanan baru untuk beroperasi selama dua tahun serta memperoleh rekomendasi dari penyelenggara perjalanan lain sebelum mendapatkan izin resmi. Untuk memenuhi ketentuan tersebut, Dalwa Travel menjalin kerja sama strategis dengan Khalifa Travel Jakarta selama periode awal operasional.
“Selama dua tahun, kami memberangkatkan jamaah atas nama Dalwa Travel, namun secara administratif masih berada di bawah naungan Khalifa Travel,” jelasnya.
Tantangan semakin kompleks ketika pada periode 2017 hingga akhir 2019 terjadi moratorium izin pemberangkatan umrah sebagai dampak dari adanya kasus penipuan-penipuan Travel. Kondisi tersebut berdampak luas terhadap industri perjalanan umrah nasional, termasuk Dalwa Travel yang harus menghentikan operasional pemberangkatan jamaah. Situasi diperparah dengan munculnya pandemi COVID-19 yang menyebabkan penutupan akses perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
Meski demikian, Dalwa Travel menunjukkan resiliensi institusional dengan kembali bangkit pada tahun 2023 melalui penyelenggaraan program Umrah Akbar bersama keluarga besar Pondok Pesantren Dalwa. Dalam kurun waktu satu tahun, perusahaan ini berhasil memberangkatkan sekitar 700 jamaah, dengan target peningkatan hingga 1.200 jamaah pada tahun berjalan.
Selain itu, Habib Abdullah Al-Haddad juga memaparkan capaian strategis terbaru, yakni kemampuan Dalwa Travel dalam menerbitkan kartu identitas jamaah (ID Card) dan visa umrah secara mandiri setelah menjalin nota kesepahaman dengan mitra di Arab Saudi. Hal ini menunjukkan peningkatan kapasitas kelembagaan dalam pengelolaan layanan perjalanan ibadah secara profesional dan mandiri.
Pada sesi penutup, disampaikan pula inovasi program kolaboratif antara UII Dalwa dan Dalwa Travel berupa program tabungan umrah bagi mahasiswa Prodi MHU. Program ini dirancang sebagai skema pembiayaan jangka menengah selama tiga tahun guna mendukung pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Tanah Suci.
“Insyaallah tiga tahun itu cukup,” ungkap Abdullah Al-Haddad, seraya mendorong mahasiswa untuk mulai merencanakan kesiapan finansial dan spiritual sejak dini.
Kegiatan seminar ini menjadi bukti konkret integrasi antara dunia akademik dan industri dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa secara holistik. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga wawasan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Indonesia.Daffa/Randi.S./red.



