Dosen UII Dalwa Berkontribusi dalam Seminar Nasional Revitalisasi Situs Prasasti Munggut di Jombang

image_870x_69e9907d1aab5

Jombang – Dosen UII Dalwa turut berperan aktif dalam penguatan kajian sejarah dan kebudayaan melalui partisipasi dalam Seminar Nasional bertajuk “Revitalisasi dan Pemanfaatan Situs Prasasti Munggut”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Rebung Pringori bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan serta LPDP Dana Indonesiana, dan berlangsung di Dusun Sumbergurit, Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang pada Rabu (22/04/2026).

Seminar ini bertujuan untuk merevitalisasi situs bersejarah sebagai ruang publik inklusif yang tidak hanya berfungsi sebagai media pelestarian warisan budaya, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat lokal. Fokus utama kegiatan ini adalah penguatan fungsi Prasasti Munggut sebagai pusat edukasi berbasis sejarah dan kearifan lokal.

Salah satu narasumber utama, Rakai Hino Galeswangi Dosen UII Dalwa yang juga merupakan anggota Perkumpulan Ahli Epigrafi Indonesia (PAEI), hadir bersama sejumlah pakar epigrafi nasional. Di antaranya Nini Susanti Tedjowasono dari Perkumpulan Epigrafi Indonesia, Titi Surti Nastiti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Goenawan A. Sambodo yang turut memberikan kontribusi akademik dalam diskusi tersebut.

Dalam paparannya, Nini Susanti Tedjowasono mengulas secara mendalam nilai-nilai moral kepemimpinan Raja Airlangga sebagaimana tercermin dalam isi Prasasti Munggut. Sementara itu, Titi Surti Nastiti membawakan materi bertajuk “Prasasti Munggut dan Temuan di Sekitarnya”, yang mengungkap konteks arkeologis kawasan tersebut secara komprehensif.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Anom Antono, Kepala Desa Katemas, para juru pelihara situs cagar budaya dari Kecamatan Kudu dan Ngusikan, serta para pendidik sejarah dari jenjang SMA, MAN, dan SMP di wilayah Jombang. Dalam sambutannya, Anom Antono menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan kebudayaan daerah berbasis riset dan edukasi.

Partisipasi aktif para guru sejarah menjadi indikator keberhasilan transfer pengetahuan dalam forum ini. Anita Sari, guru sejarah dari SMA Negeri Kabuh, menyatakan bahwa seminar ini memberikan wawasan baru sekaligus inspirasi dalam mengintegrasikan nilai-nilai sejarah lokal ke dalam pembelajaran. Hal serupa disampaikan Sri Wilujeng dari SMA Negeri Ngoro yang menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat literasi sejarah di kalangan pendidik.

Dalam sesi diskusi, Goenawan A. Sambodo menegaskan bahwa revitalisasi situs budaya harus diarahkan pada pemberdayaan ruang publik berbasis komunitas. Ia mengemukakan bahwa Prasasti Munggut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi desa wisata edukatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Dosen UII Dalwa Rakai Hino Galeswangi mengapresiasi penyelenggaraan seminar yang dinilai kontekstual karena melibatkan masyarakat secara langsung. Ia menyoroti pentingnya peran generasi muda, khususnya para guru, dalam mentransmisikan nilai-nilai luhur kepada peserta didik di tengah tantangan degradasi nilai budaya.

Melalui terselenggaranya seminar nasional ini, diharapkan tercipta sinergi berkelanjutan antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya pelestarian situs sejarah sekaligus penguatan ekonomi berbasis budaya. Revitalisasi Prasasti Munggut diharapkan mampu menjadi model pengelolaan warisan budaya yang adaptif, edukatif, dan berdaya guna bagi pembangunan daerah.afederasi.com/Randi.S/red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *