Buya Yahya Berikan Edukasi Relasi Islami bagi Generasi Muda dalam Diklat Cinta Season 1

UII DALWA – Dalwa Creative Agency kembali menggelar agenda edukatif bertajuk Diklat Cinta (Season 1) sebagai bagian dari penguatan pembinaan karakter dan literasi relasi Islami bagi generasi muda mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu malam (13/05/2026) di Mabna Abuya lantai 10, lingkungan Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah.

Kegiatan ini menghadirkan akademisi sekaligus pendakwah nasional, Prof. (HC) Yahya Zainul Ma’arif, Lc., M.A., Ph.D., sebagai narasumber utama. Agenda tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa, khususnya generasi Z, mengenai konsep cinta dalam perspektif Islam yang sehat, proporsional, dan sesuai dengan nilai-nilai syariat.

Dalam pemaparannya, Buya Yahya menegaskan pentingnya membangun kesadaran generasi muda agar mampu menyikapi fenomena relasi dan percintaan secara bijak di tengah tantangan budaya populer yang berkembang saat ini.

“Kita pengen supaya anak-anak muda di pesantren bisa menyikapi cinta dengan halal dan jalan yang syar’i,” ungkapnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa banyak individu terjebak pada dorongan syahwat yang kerap disalahpahami sebagai cinta sejati.

“Banyak orang yang tertipu karena syahwat yang dinamakan cinta,” jelasnya.

Acara diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi dan dialog interaktif bersama mahasiswa. Dalam kajiannya, Buya Yahya menjelaskan bahwa pemahaman tentang cinta menjadi bagian penting dalam pembinaan moral dan psikologis generasi muda.

Menurut beliau, kesalahan dalam menentukan orientasi cinta dapat berdampak panjang terhadap kehidupan seseorang, baik secara emosional maupun spiritual.

“Orang salah makan sakit perut, tapi orang salah mencintai sakit seumur hidup,” tuturnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa cinta tidak sekadar hadir melalui kesan pertama atau ketertarikan sesaat, melainkan merupakan hasil dari proses perenungan mendalam yang melibatkan hati dan kesadaran batin manusia.

“Jika engkau mendefinisikannya, saat itu engkau tidak mengerti tentang cinta,” ungkapnya.

“Dan jika engkau sudah merasakan cinta, sejuta definisi tidak bisa mewakilinya,” tambah beliau.

Dalam perspektif psikologi relasi Islami, beliau juga menguraikan beberapa tahapan cinta, mulai dari fase kekaguman, kecenderungan hati, hingga keputusan sadar untuk mencintai seseorang secara utuh dan bertanggung jawab.

“Fase pertama ini yang kadang disalahartikan cinta,” ujarnya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Buya Yahya serta sesi foto bersama peserta Diklat Cinta.

Dalam sesi wawancara, Dalwa Creative Agency menyampaikan bahwa program tersebut direncanakan menjadi agenda rutin bulanan sebagai bentuk penguatan edukasi karakter dan pendampingan moral mahasiswa melalui forum-forum diskusi tematik yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Dalwa Creative Agency berharap dapat menghadirkan ruang edukasi yang konstruktif bagi generasi muda pesantren dalam memahami relasi sosial, etika cinta, serta pembentukan karakter Islami yang adaptif terhadap dinamika zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariat.Dafa/Randi.S./red.

Share:

More Posts

Send Us A Message