Surabaya – Dosen UII Dalwa, Muhajir Sulthonul Aziz, sukses melaksanakan ujian doktor terbuka di Universitas Airlangga, tepatnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, pada Selasa (05/05/2026). Ujian ini dipimpin oleh promotor Prof. Dr. H. Henri Subiakto, Drs., S.H., M.Si. dan kopromotor Ratih Puspa, S.Sos., MA., Ph.D., serta dihadiri oleh sembilan penguji dari kalangan akademisi.
Dalam disertasinya, Muhajir mengangkat fenomena meningkatnya kompleksitas pengalaman digital di kalangan pengguna Instagram, khususnya Generasi-Z di Surabaya. Ia menyoroti bahwa media sosial tidak lagi sekadar menjadi sarana komunikasi, melainkan telah berkembang menjadi ruang sosial yang sarat visibilitas, penilaian, serta tuntutan normatif. Dalam konteks ini, kebebasan berekspresi dipahami bukan sebagai kondisi absolut, melainkan sebagai proses yang terus dinegosiasikan antara individu, audiens, dan sistem digital.
Penelitian tersebut menempatkan praktik penggunaan multiple account sebagai fenomena kunci dalam memahami strategi pengelolaan ekspresi diri di tengah tekanan sosial digital. Secara teoretis, kajian ini bertumpu pada konsep impression management yang dikemukakan oleh Erving Goffman, serta dielaborasi melalui perspektif identitas digital dan refleksi diri dalam pemikiran Sherry Turkle. Pendekatan ini menegaskan bahwa representasi diri di ruang digital bersifat performatif sekaligus reflektif, kontekstual, dan terkait erat dengan kesadaran individu terhadap visibilitas dan audiens yang berlapis.
Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dari Edmund Husserl, penelitian ini melibatkan lima belas informan aktif pengguna multiple account Instagram. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik reduksi fenomenologis untuk mengungkap struktur makna dalam kesadaran digital informan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebebasan berekspresi dimaknai sebagai kemampuan reflektif individu dalam membatasi diri secara sadar, baik dalam memilih ruang, audiens, maupun waktu ekspresi. Muhajir menemukan empat strategi utama dalam praktik impression management, yaitu: pengelolaan front stage dan back stage melalui pemisahan akun; audience segregation melalui segmentasi audiens; pengelolaan expression given dan expression given off melalui kurasi konten; serta kontrol visibilitas melalui penghapusan, pengarsipan, dan pembatasan interaksi digital.
Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan kesan di era digital tidak lagi semata-mata bersifat performatif, tetapi telah berkembang menjadi praktik reflektif untuk menjaga keseimbangan antara ekspresi diri dan integritas personal. Penelitian ini juga menunjukkan adanya pergeseran paradigma dari manajemen penampilan menuju manajemen kesadaran dalam komunikasi digital.
Secara teoretis, disertasi ini memperkuat paradigma reflektif dalam studi komunikasi digital. Sementara secara praktis, hasil penelitian memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kesadaran bermedia sosial, khususnya bagi generasi muda dalam menghadapi kompleksitas ruang digital yang semakin dinamis.
Wakil Rektor II UII Dalwa Samsul Huda,M.Pd. yang turut hadir menyampaikan harapan besar atas keberhasilan ujian doktor terbuka yang dijalani oleh Muhajir Sulthonul Aziz di Universitas Airlangga. Menurutnya, capaian akademik ini tidak hanya menjadi prestasi personal, tetapi juga representasi kemajuan kualitas sumber daya manusia di lingkungan UII Dalwa.Randi.S./red.



