UII DALWA – Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah menerima kunjungan kehormatan dari tokoh dan pelaku industri haji dan umrah asal Arab Saudi, Sheikh Ali Ahmad Hamdan, dalam rangka menjajaki kerja sama strategis di bidang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, pengembangan pendidikan, serta peningkatan kompetensi mahasiswa.
Sheikh Ali Ahmad Hamdan merupakan pemilik sebuah syarikah di Arab Saudi yang bergerak di bidang layanan haji dan umrah. Di Indonesia, beliau juga menjabat sebagai Direktur PT Silsila Pacific Elite Jakarta, perusahaan yang memiliki fokus pada penguatan kerja sama internasasional dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah sesuai regulasi Pemerintah Arab Saudi.
Dalam pertemuan yang berlangsung di UII Dalwa pada hari Senin, 20 Juli 2026, Sheikh Ali menyampaikan keprihatinannya terhadap masih ditemukannya praktik penyelenggaraan perjalanan haji dan umrah oleh sejumlah travel di Indonesia yang tidak sepenuhnya mengikuti ketentuan resmi Pemerintah Arab Saudi. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menimbulkan kerugian bagi para jemaah, baik dari sisi pelayanan, keamanan, maupun kepastian hukum.
“Penyelenggaraan haji dan umrah seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis semata, tetapi juga mengedepankan amanah, pelayanan, dan nilai-nilai dakwah sehingga jamaah dapat beribadah dengan tenang dan nyaman,” ungkap Sheikh Ali dalam forum diskusi.
Beliau menilai bahwa Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah beserta UII Dalwa memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah yang profesional, legal, dan berorientasi pada pelayanan umat. Jaringan kelembagaan yang dimiliki Dalwa di Arab Saudi menjadi salah satu alasan utama yang mendorong terjalinnya rencana kolaborasi tersebut.
Sheikh Ali juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Dalwa Travel yang dinilainya mampu menghadirkan pelayanan berkualitas dengan biaya yang kompetitif tanpa mengurangi kualitas fasilitas maupun legalitas penyelenggaraan.
“Saya melihat harga yang ditawarkan sangat kompetitif, namun pelayanan, fasilitas, tanggung jawab kepada jamaah, serta legalitasnya tetap terjaga dengan baik. Ini merupakan model penyelenggaraan yang patut dikembangkan,” ujarnya.
Selain membahas kerja sama di bidang industri haji dan umrah, pertemuan tersebut juga membuka peluang kolaborasi di sektor pendidikan. Ketua Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) UII Dalwa, Muhammad Rofiuddin,M.Pd. memaparkan program internasional yang tengah disiapkan bagi mahasiswa, yaitu pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Arab Saudi yang dipadukan dengan pembelajaran penyelenggaraan ibadah haji dan umrah secara langsung.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari Sheikh Ali Ahmad Hamdan. Beliau menyatakan kesiapan perusahaannya untuk menerima mahasiswa UII Dalwa menjalani program magang di Arab Saudi sekaligus memberikan pendampingan selama pelaksanaan kegiatan.
Tidak hanya itu, Sheikh Ali juga menyampaikan komitmennya untuk membantu proses koordinasi perizinan dengan instansi pemerintah terkait di Arab Saudi, termasuk otoritas pariwisata yang berwenang mengatur kunjungan ke berbagai situs sejarah Islam.
Melalui dukungan tersebut, mahasiswa nantinya diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman praktik di industri haji dan umrah internasional, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengunjungi berbagai situs bersejarah peninggalan Rasulullah SAW secara resmi dan sesuai dengan regulasi Pemerintah Arab Saudi.
Kerja sama yang sedang dijajaki ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya sinergi antara institusi pendidikan tinggi Islam di Indonesia dengan pelaku industri haji dan umrah di Arab Saudi. Sinergi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah Indonesia, tetapi juga mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi internasional di bidang manajemen haji dan umrah.
Bagi UII Dalwa, kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mengembangkan pendidikan berbasis pengalaman internasional (international exposure), memperkuat jejaring global, serta melahirkan lulusan yang siap berkontribusi dalam pengelolaan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah secara profesional, legal, dan berlandaskan nilai-nilai dakwah Islam.Rafi’/Randi.S./red.



