UII DALWA – Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah menerima kunjungan akademik peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dalam Seminar Pemikiran dan Peradaban Islam yang diselenggarakan pada Kamis (16/7/2026) di Mabna Abuya Hasan Lantai 9. Kegiatan ini menjadi forum akademik untuk memperkuat diskursus mengenai paradigma pendidikan tinggi Islam, pengembangan peradaban, dan penguatan jejaring keilmuan antarperguruan tinggi Islam.
Direktur Pascasarjana UII Dalwa, Assoc. Prof. Dr. Zainal Abidin, M.Pd., menegaskan bahwa kemajuan peradaban Islam lahir dari tradisi keilmuan yang dibangun para ulama melalui integrasi ilmu, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, nilai hubbul wathan merupakan bagian dari warisan keilmuan ulama yang membentuk tanggung jawab akademik sekaligus kebangsaan.
Dalam sesi ilmiah, Bhamakerti Eka N., S.Pd. mengangkat tema “Konsep Insan Kamil sebagai Paradigma Universitas Islam.” Ia mengkritisi orientasi pendidikan yang semakin bercorak ekonomistik dan menegaskan bahwa universitas Islam harus berorientasi pada pembentukan Insan Kamil, yaitu manusia paripurna yang mengintegrasikan kekuatan intelektual (quwwah al-‘aql), spiritual (quwwah al-qalb), dan jasmani (quwwah al-jasad) sebagai fondasi pendidikan Islam.
Selanjutnya, Eko Sumardianto, B.A., S.Ag., M.Pd. membahas Human Capital Theory yang memandang pendidikan sebagai investasi untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Ia menjelaskan bahwa paradigma tersebut mendorong orientasi link and match serta keterserapan lulusan, namun dalam perspektif Islam keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, melainkan juga dari kemampuan melahirkan manusia yang berakhlak, kompeten, dan berkontribusi bagi peradaban.
Sementara itu, Dr. Kholili Hasib menegaskan bahwa universitas merupakan jantung peradaban Islam. Ia menjelaskan bahwa konsep universitas dan tradisi ijazah memiliki akar historis dalam peradaban Islam, dengan karakter keilmuan yang bersifat integratif. Menurutnya, model perguruan tinggi berbasis pesantren menjadi representasi yang paling dekat dengan konsep universitas Islam karena mengintegrasikan otoritas keilmuan, pembinaan karakter, dan kepemimpinan akademik.
Seminar berlangsung interaktif dan menghasilkan refleksi kritis mengenai urgensi rekonstruksi paradigma pendidikan tinggi Islam. Melalui kegiatan ini, UII Dalwa bersama UNIDA Gontor menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem akademik yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan revitalisasi peradaban Islam di era kontemporer.Randi.S./red.


