NEGERI SEMBILAN, MALAYSIA – Delegasi Universitas Islam Internasional (UII) Dalwa melakukan pertemuan resmi dengan jajaran Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) untuk membahas penguatan kerja sama akademik, penelitian, serta pengembangan program Bahasa Arab. Pertemuan berlangsung di Aula Fakulti Pengajian Bahasa Utama USIM, Negeri Sembilan, Jumat, 18 September 2026, pukul 15.10 waktu setempat.
Delegasi UII Dalwa yang hadir dalam pertemuan tersebut terdiri atas Dr. Solahuddin Hasyim, Dr. Fauzi Hamzah, Dr. Kholili Hasib, Muhadjir, M.Pd., dan Abdul Madjid, M.Pd. Sementara itu, pihak USIM diwakili sejumlah pejabat universitas dan pengelola program pascasarjana dari berbagai fakultas.
Di antara pejabat USIM yang hadir ialah *Prof. Madya Sofiyah Hayati, Pengarah International Office; Prof. Dr. Noor Fadzilah Zulkifli, Pengarah Pusat Pengurusan Akademik (PPA); Dr. Dina Imam Supaat, Penyelaras Siswazah Fakulti Syariah dan Undang-Undang; Dr. Ibrahim Fahad Sulaiman, Penyelaras Siswazah Fakulti Kepimpinan dan Pengurusan; serta Prof. Madya Dr. Haliza Harun, Penyelaras Siswazah Fakulti Pengajian Bahasa Utama.
Pertemuan turut dihadiri Wan Fauriah Wan Samat, Timbalan Pendaftar Kanan Pusat Pengurusan Akademik; Masna Jamison, Penolong Pendaftar Pusat Pengurusan Akademik; dan Alia Najiah Amir, Penolong Pendaftar Pusat Pengurusan Akademik.
Dalam sambutannya, Dr. M. Solahuddin memperkenalkan secara singkat profil UII Dalwa dan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), termasuk sistem pendidikan pesantren serta pengembangan pendidikan tinggi dari jenjang sarjana hingga doktoral.
Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut diarahkan untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara UII Dalwa dan USIM, khususnya dalam bidang pendidikan dan penelitian yang melibatkan mahasiswa maupun dosen kedua universitas.
Kerja sama tersebut dapat dikembangkan melalui mobilitas mahasiswa, pertukaran dosen, penelitian bersama, hingga kegiatan akademik bersama antara UII Dalwa dan USIM. Delegasi UII Dalwa juga menjadikan kunjungan tersebut sebagai bagian dari proses benchmarking dalam pengelolaan dan pengembangan universitas.
Salah satu program yang mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan pembelajaran Bahasa Arab. Dr. Solahuddin menjelaskan bahwa pembelajaran Bahasa Arab merupakan salah satu kekhasan dan keunggulan pendidikan UII Dalwa dan Pondok Pesantren Dalwa.
Tradisi pembelajaran Bahasa Arab tersebut dikembangkan secara berjenjang dan terintegrasi, mulai dari lingkungan pesantren hingga program pendidikan tinggi pada jenjang S1, S2, dan S3.
UII Dalwa juga menawarkan kepada mahasiswa USIM kesempatan mengikuti program intensif Bahasa Arab yang diselenggarakan Pondok Pesantren Dalwa pada bulan Ramadan. Selain itu, terdapat peluang kerja sama dalam bentuk pelatihan metode pengajaran Bahasa Arab yang secara khusus diperuntukkan bagi para guru dan pengajar Bahasa Arab.
Sementara itu, Dr. Kholili Hasib menyampaikan sejumlah bentuk kerja sama akademik yang dapat segera ditindaklanjuti. Menurutnya, kerja sama dapat dikembangkan melalui program guest lecturer, pertukaran dosen, serta penelitian kolaboratif antara akademisi UII Dalwa dan USIM.
Selain itu, dosen UII Dalwa juga siap berpartisipasi sebagai pemeriksa atau penguji tesis dan disertasi, khususnya dalam bidang Bahasa Arab maupun bidang keilmuan lain yang relevan. Pola kerja sama tersebut juga dapat dilakukan secara timbal balik dengan melibatkan akademisi USIM dalam proses akademik program magister dan doktor di UII Dalwa.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Noor Fadzilah Zulkifli, Pengarah Pusat Pengurusan Akademik USIM, memaparkan profil dan sistem akademik USIM. Ia menjelaskan bahwa USIM merupakan universitas negeri yang mengembangkan pendekatan pendidikan melalui integrasi ilmu aqli dan naqli.
Saat ini USIM memiliki sekitar 14.000 mahasiswa, dengan 99 program pendidikan yang mencakup jenjang pre-university, undergraduate, dan postgraduate. Program-program tersebut dikembangkan melalui sembilan fakultas.
Pada jenjang pascasarjana, USIM menyelenggarakan program Diploma, Sarjana, dan Ph.D. Dengan struktur akademik dan bidang keilmuan yang dimiliki kedua institusi, Prof. Noor Fadzilah melihat adanya berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi kerja sama konkret antara USIM dan UII Dalwa.
Dalam pemaparan berikutnya, Dr. Dina Imam Supaat menjelaskan sejumlah program pascasarjana di Fakulti Syariah dan Undang-Undang, antara lain Magister Hukum Internasional dan Magister Ilmu Syariah. Pada jenjang doktoral terdapat program dalam bidang ilmu hukum serta Qanun dan Syariah.
Sementara itu, Fakulti Pengajian Bahasa Utama USIM memiliki sejumlah program pascasarjana yang sangat potensial untuk dikolaborasikan dengan UII Dalwa, di antaranya program doktor dalam bidang Bahasa Inggris, pendidikan, dan Bahasa Arab, serta program magister Bahasa Arab Komunikasi, Sastra Arab, dan penerjemahan Bahasa Arab.
Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog akademik yang produktif. Sejumlah peluang konkret dibahas kedua pihak, mulai dari penyelenggaraan kuliah tamu, keterlibatan dosen sebagai penguji bersama pada program S2 dan S3, hingga peluang menjadi pemeriksa dan pembimbing dalam bidang Bahasa Arab.
Selain itu, kedua institusi membahas potensi kerja sama dalam pengelolaan pesantren, penelitian kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penyelenggaraan forum presentasi hasil penelitian mahasiswa.
Salah satu agenda yang juga mendapat perhatian adalah peluang penyelenggaraan konferensi internasional bersama yang dapat mempertemukan akademisi dan peneliti dari UII Dalwa, USIM, serta jejaring perguruan tinggi dari negara lain.
Kerja sama di bidang manajemen pesantren juga dipandang memiliki prospek penting. UII Dalwa yang tumbuh dari tradisi Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah memiliki pengalaman dalam mengintegrasikan sistem pendidikan pesantren, penguasaan Bahasa Arab, pendidikan karakter, dan pendidikan tinggi. Pengalaman tersebut berpotensi menjadi salah satu bidang pertukaran pengetahuan dan pengembangan akademik bersama USIM.
Pertemuan delegasi UII Dalwa dengan USIM ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional UII Dalwa sekaligus memperkuat kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Melalui kerja sama yang lebih terstruktur, kedua institusi diharapkan dapat membangun program bersama dalam pendidikan, penelitian, pengembangan Bahasa Arab, serta peningkatan kualitas program pascasarjana yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika kedua universitas.Kholiii/Randi.S./red.



