Studi Wisata Religius Berbasis Situs: Prodi SPI Fakultas Adab Mengoptimalkan Pembelajaran Historis di Makam Sunan Drajat

WhatsApp Image 2026-04-21 at 15.08.11

Lamongan – Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab UII Dalwa menggelar kegiatan studi wisata religius sekaligus ziarah akademik ke kompleks makam Sunan Drajat di Desa Drajat Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan pada Ahad (19/04/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi model historical site-based learning dalam rangka penguatan kualitas pembelajaran sejarah Islam berbasis pengalaman lapangan.

Rombongan dipimpin oleh Ketua Program Studi SPI, Ustadz Samsul Huda, M.Pd., serta diikuti oleh dosen lintas program studi dan tenaga kependidikan. Turut hadir Miftahul Khoiri, M.Si., Dr. Hajar Aswad, M.H.I., staf prodi Misbahus Surur, S.Hum., serta bagian akademik Azmi Yoga Eka Firmansyah, S.Pd. Keterlibatan multidisipliner ini mencerminkan pendekatan integratif dalam pengembangan kajian sejarah Islam.

Dalam keterangannya, Kaprodi SPI menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan kajian teoritis dengan observasi empiris terhadap situs sejarah Islam di Nusantara. Menurutnya, pembelajaran sejarah tidak cukup hanya bertumpu pada literatur, melainkan perlu dilengkapi dengan interaksi langsung terhadap artefak, ruang, dan konteks historis yang masih terjaga.

Tokoh sentral yang menjadi fokus kajian adalah Sunan Drajat, yang memiliki nama asli Raden Qosim, salah satu anggota Wali Songo yang berperan signifikan dalam proses Islamisasi di Pulau Jawa. Ia merupakan putra dari Sunan Ampel atau Raden Rahmat. Kontribusi Sunan Drajat tidak hanya dalam aspek dakwah, tetapi juga dalam pembangunan etika sosial dan spiritual masyarakat.

Dalam perspektif historis dan kultural, ajaran “Pepali Pitune” yang dikembangkan oleh Sunan Drajat menjadi salah satu fokus kajian. Tujuh prinsip tersebut mengandung nilai-nilai sosial-humanistik dan spiritual, antara lain: membangun kebahagiaan sesama, menjaga kesadaran ilahiah dalam kondisi apapun, keteguhan dalam menghadapi rintangan, pengendalian diri, pencapaian ketenangan batin, kedisiplinan ibadah, serta penguatan relasi sosial melalui pengorbanan material.

Selain itu, konsep “Catur Piwulang” turut dianalisis sebagai manifestasi praksis ajaran sosial Islam yang inklusif. Prinsip-prinsip tersebut menekankan pentingnya kepedulian terhadap kelompok rentan melalui tindakan konkret seperti membantu yang lemah, memberi makan yang lapar, menyediakan sandang bagi yang membutuhkan, serta melindungi mereka yang dalam kesulitan.

Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai kunjungan religius, tetapi juga sebagai medium refleksi akademik terhadap kontribusi tokoh-tokoh Islam dalam membentuk peradaban Nusantara. Pendekatan berbasis situs dinilai mampu menghadirkan pemahaman sejarah yang lebih kontekstual, kritis, dan komprehensif, karena mahasiswa dan dosen dapat mengamati langsung jejak material serta lingkungan historis yang menjadi bagian dari narasi besar Islam di Indonesia.

Ke depan, Program Studi SPI Fakultas Adab UII Dalwa berkomitmen untuk mengembangkan model pembelajaran sejarah yang integratif dan berkelanjutan. Hal ini dilakukan dengan memadukan pendekatan teoritis, penelitian akademik, serta eksplorasi lapangan guna menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami sejarah secara tekstual, tetapi juga mampu membaca realitas historis secara mendalam dan reflektif.Hajar/Randi.S./red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *