Halal Bihalal Ikatan Doktor Pasuruan Raya di UII Dalwa: Penguatan Sinergi Akademik, Pesantren, dan Kebijakan Pendidikan Nasional

WhatsApp Image 2026-04-21 at 13.58.55

UII DALWA – Kegiatan Halal Bihalal Ikatan Doktor Pasuruan Raya yang diselenggarakan di UII Dalwa menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik lintas perguruan tinggi, pesantren, serta pemerintah daerah. Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pasuruan Gus Shobih bersama para akademisi dan tokoh pendidikan dari berbagai institusi pada hari Selasa 21 April 2026 di Dalwa Hotel.

Dalam sambutannya, Gus Shobih menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan berbasis pesantren sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Ia menekankan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter dan berdaya saing.

Ketua Forum Doktor Pasuruan Raya, Dr. Nasir memaparkan sejumlah agenda strategis organisasi, antara lain penguatan kerja sama konsultatif di bidang keagamaan, pembentukan identitas kelembagaan (bendera organisasi), serta penyelenggaraan pertemuan rutin yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai kampus. Selain itu, forum juga mendorong penguatan aspek pendanaan melalui kontribusi anggota dan penggalangan donatur, serta penyempurnaan struktur dewan organisasi guna meningkatkan efektivitas kinerja.

Dari sisi penguatan kelembagaan, Assoc. Prof. Dr. Zainal Abidin, M.Pd.I menyampaikan kesiapan UII Dalwa untuk menjadi tuan rumah berbagai kegiatan akademik forum. Ia menyebutkan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan, seperti Dalwa Mall, Dalwa Cafe, dan Dalwa Hotel. Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya integrasi antara kampus dan pesantren dengan konsep “kampus berbasis pesantren dan pesantren berbasis kampus”.

Sementara itu, Dr. Huda menekankan pentingnya agenda berkelanjutan dalam bentuk kerja sama riset, publikasi ilmiah, dan kemitraan akademik antarperguruan tinggi. Ia juga mengusulkan penyelenggaraan seminar internasional sebagai wahana peningkatan daya saing global serta penguatan sinergitas akademik lintas institusi.

Pandangan strategis juga disampaikan oleh Dr. Misbah yang mengangkat pentingnya pengembangan wakaf uang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Selain itu, ia menegaskan peran forum doktor dalam memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah, khususnya dalam perumusan kebijakan berbasis keilmuan.

Isu pendidikan inklusif turut menjadi perhatian dalam forum ini. Dr. Munif menyoroti persoalan anak tidak sekolah serta pentingnya integrasi madrasah ke dalam sistem pendidikan formal nasional, sehingga memperoleh pengakuan dan penguatan kebijakan yang lebih komprehensif.

Kegiatan Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum akademik strategis yang menghasilkan berbagai gagasan konstruktif untuk penguatan pendidikan, riset, dan kontribusi keilmuan bagi pembangunan nasional. Sinergi antara akademisi, pesantren, dan pemerintah diharapkan mampu melahirkan kebijakan dan inovasi yang berkelanjutan serta berorientasi pada kemaslahatan umat.Randi.S./red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *