Mudir Ma’had dan Direktur Pascasarjana Sambut Kunjungan Duta Besar Yaman : Pererat Kolaborasi Pendidikan Islam Internasional

DSC00259-1600x800

UII DALWA – Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah menerima kunjungan kehormatan dari H.E. Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh pada Ahad siang (17/05/2026) di Mabna Abuya Hasan, Bangil. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan pendidikan, budaya, dan spiritual antara lembaga pendidikan Islam di Indonesia dan Yaman.

Kedatangan Duta Besar Republik Yaman disambut langsung oleh Mudir Ma’had Ponpes Dalwa Abuya Al-Habib Zain Baharun serta Direktur Pascasarjana UII Dalwa Assoc. Prof. Dr. Zainal Abidin,M.Pd. bersama jajaran akademik dan pengelola pesantren.

Dalam sambutannya, H.E. Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh menjelaskan bahwa kunjungannya ke Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah merupakan bagian dari agenda diplomasi pendidikan dan silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur dalam beberapa pekan ke depan. Menurutnya, pesantren memiliki posisi strategis dalam memperkuat hubungan intelektual dan spiritual antara Indonesia dan Yaman.

“Maka untuk tujuan inilah kita berkunjung ke pondok pesantren di Jawa Timur termasuk Ponpes ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut diarahkan untuk memperkokoh sinergi antarlembaga pendidikan Islam, khususnya dalam pengembangan kurikulum, pertukaran akademik, serta penguatan hubungan ruhaniyah antara ulama dan santri kedua negara. Selain itu, agenda tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dengan para alumni Yaman yang kini sukses membangun institusi pendidikan Islam di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Dubes Yaman juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 7.000 pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di berbagai institusi pendidikan tinggi di Yaman. Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan kuatnya hubungan historis dan intelektual antara kedua negara dalam bidang pendidikan Islam.

Ia turut menyampaikan apresiasi terhadap sistem pendidikan di Ponpes Dalwa yang dinilai mampu mengintegrasikan pembelajaran ilmu agama dan ilmu formal secara harmonis dengan dukungan fasilitas pendidikan modern.

“Pondok Anda sungguh menyejukkan hati. Perpaduan antara kurikulum yang indah dan fasilitas pendukung yang modern menjadi bukti nyata kemudahan bagi para santri untuk semakin semangat dalam menuntut ilmu,” tuturnya.

Selain itu, Dubes Yaman mengaku terkesan dengan kultur akademik dan kebahasaan yang berkembang di lingkungan pesantren. Ia menilai kemampuan bahasa Arab para santri Ponpes Dalwa menunjukkan kualitas pendidikan bahasa yang baik dan sesuai dengan kaidah kebahasaan Arab standar (fusha).

“Kita temukan di Ponpes ini banyak dari kalangan santri yang berbicara menggunakan bahasa Arab yang fusha dan benar secara qawaid,” jelasnya.

Dalam sesi wawancara, H.E. Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar Ponpes Dalwa dan UII Dalwa selama kunjungan berlangsung.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana UII Dalwa menyampaikan bahwa kunjungan diplomatik tersebut memiliki relevansi strategis dengan program internasionalisasi akademik yang tengah dikembangkan UII Dalwa khususnya melalui program double degree.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) UII Dalwa dalam waktu dekat akan diberangkatkan ke Universitas Al-Washatiyah Yaman program kerja sama akademik internasional. Program tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperluas jaringan pendidikan global berbasis tradisi keilmuan Islam.

Kunjungan Dubes Yaman ke Ponpes Dalwa dan UII Dalwa dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat diplomasi pendidikan Islam internasional, sekaligus mempertegas posisi pesantren sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, moderasi Islam, dan kolaborasi akademik lintas negara.Dafa/Randi.S./red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *