UII DALWA – Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah melalui Lembaga Pengembangan Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LP3I) memperkuat ekosistem riset perguruan tinggi melalui kegiatan “Tren Kajian Riset MoRA the Air Funds 2027”. Kegiatan ini menjadi bagian strategis dalam mempersiapkan sivitas akademika UII Dalwa menghadapi peluang pendanaan riset sekaligus mendorong pengembangan penelitian yang berorientasi pada outcome dan dampak.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, bertempat di Hotel Dalwa Syariah lantai 6, dengan menghadirkan Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., Kasubdit Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas), Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama RI, sebagai pemateri.
Forum akademik ini diikuti dan ditujukan bagi para Ketua Program Studi di lingkungan UII Dalwa sebagai bagian dari penguatan kapasitas kelembagaan dalam membaca arah kebijakan riset, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat yang dikembangkan oleh Kementerian Agama RI.
Dalam pemaparannya, Dr. Nur Kafid menekankan pentingnya transformasi orientasi riset perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI), dari sekadar mengejar output menuju outcome dan dampak. Riset tidak cukup berhenti pada proposal, bantuan penelitian, maupun publikasi, tetapi harus menghasilkan manfaat yang terukur, relevan, berkelanjutan, serta mampu memperkuat eksistensi perguruan tinggi.
Kerangka tersebut menempatkan riset, pengabdian kepada masyarakat, publikasi, dan kemitraan sebagai komponen yang saling terintegrasi. Riset diarahkan menghasilkan kualitas dan relevansi, pengabdian menghadirkan manfaat sosial, publikasi memperkuat reputasi ilmiah, sedangkan kemitraan menjadi instrumen hilirisasi hasil penelitian.
Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat agenda hilirisasi dan kemitraan melalui koneksi riset dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), kementerian/lembaga, lembaga riset, serta masyarakat. Dengan demikian, penelitian di lingkungan PTKI diharapkan tidak hanya memiliki kontribusi akademik, tetapi juga mampu menjawab persoalan nyata dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Penguatan arah riset tersebut selaras dengan Agenda Riset Nasional pada PTKI 2025–2029 sebagaimana tercantum dalam Kepdirjen Pendis Nomor 6088 Tahun 2024. Agenda tersebut mencakup sejumlah bidang strategis, antara lain agama dan keagamaan, pangan dan pertanian, energi, kedokteran dan kesehatan, transportasi, produksi rekayasa keteknikan, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, serta sosial humaniora.
Dalam konteks pengembangan riset UII Dalwa, pemahaman terhadap arah kebijakan tersebut menjadi penting agar program penelitian pada tingkat program studi dapat disusun secara lebih terarah, kompetitif, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta memiliki peluang pengembangan melalui kolaborasi lintas institusi.
Materi juga menyoroti MoRA the Air Funds sebagai salah satu program unggulan penguatan riset dan inovasi. Selain pendanaan penelitian, ekosistem program tersebut mencakup penguatan jurnal terindeks Scopus, publikasi internasional, peningkatan HAKI dan paten, riset berbasis DUDI, serta pengembangan kemitraan strategis dengan DUDI, kementerian/lembaga, dan lembaga riset.
Kegiatan LP3I UII Dalwa juga memberikan perspektif yang lebih luas mengenai portofolio bantuan penelitian. Skema yang dipaparkan mencakup penelitian dasar pembinaan/kapasitas, penelitian dasar pengembangan program studi, penelitian dasar interdisipliner, penelitian terapan berkorelasi DUDI, penelitian pengembangan kolaborasi antarperguruan tinggi dan/atau kementerian/lembaga, kolaborasi internasional, serta penelitian pengembangan kajian keislaman.
Di bidang pengabdian kepada masyarakat, terdapat pula berbagai skema yang diarahkan pada penguatan kapasitas, berbasis program studi, komunitas dan masyarakat marginal, ramah anak, gender dan difabel, DUDI, lembaga pendidikan dan keagamaan, ekoteologi, energi terbarukan, kebencanaan, kesehatan masyarakat, daerah 3T, hingga kolaborasi internasional.
Sementara itu, aspek publikasi dan reputasi ilmiah menjadi bagian integral dari ekosistem tersebut. Dukungan diarahkan pada peningkatan kualitas jurnal nasional terakreditasi, pendampingan jurnal internasional bereputasi, penghargaan artikel pada jurnal internasional bereputasi, penghargaan buku pada penerbit nasional maupun internasional, serta penguatan keterampilan penulisan akademik melalui berbagai program short course.
Dr. Asep Rahmatullah,M.Pd. Ketua LP3I UII Dalwa menyampaikan bahwa forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi antara LP3I, program studi, dosen, dan peneliti dalam merumuskan agenda riset yang lebih terukur dan berkelanjutan. Penguatan tersebut tidak hanya diarahkan pada kemampuan memperoleh pendanaan, tetapi juga pada peningkatan kualitas proposal, relevansi tema penelitian, publikasi ilmiah, kolaborasi, hilirisasi, serta pelaporan outcome.
Tata kelola bantuan penelitian sendiri berlangsung melalui sejumlah tahapan, mulai dari seleksi administrasi, penilaian usulan dan substansi, penilaian presentasi, penetapan penerima, hingga monitoring dan evaluasi. Tahapan berikutnya mencakup pencatatan logbook, laporan antara, unggah luaran, review luaran, laporan akademik dan keuangan, hingga pelaporan outcome.
Melalui kegiatan “Tren Kajian Riset MoRA the Air Funds 2027”, LP3I UII Dalwa menegaskan komitmennya untuk membangun budaya riset yang tidak sekadar produktif secara kuantitatif, tetapi juga berkualitas, relevan, kolaboratif, berdampak, dan berkelanjutan.
Penguatan budaya riset tersebut diharapkan mampu mendorong setiap program studi di UII Dalwa menyusun agenda penelitian yang semakin responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dan arah kebijakan nasional. Dengan demikian, riset dapat menjadi salah satu fondasi utama dalam memperkuat reputasi akademik sekaligus meningkatkan kontribusi nyata UII Dalwa bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemaslahatan masyarakat.Randi.S./red.

