Direktur Pascasarjana dan Rektorat UII Dalwa Hadiri Koordinasi dan Review Sistem Penjaminan Mutu PTKIS

WhatsApp Image 2026-08-26 at 16.20.39

Surabaya – Direktur Pascasarjana UII Dalwa, al-Habib Assoc. Prof. Dr. Zainal Abidin, M.Pd., CIRK., CIQaR., CIE., Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Imaduddin,M.Pd.I dan Wakil Rektor IV Dr. Akhmad Fauzi Hamzah,M.Pd.I menghadiri kegiatan Koordinasi dan Review Sistem Penjaminan Mutu pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 26–28 Agustus 2026 di Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya. Agenda ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola dan sistem penjaminan mutu PTKIS menuju kampus unggul secara kelembagaan. Dalam surat undangan resmi Kementerian Agama RI disebutkan bahwa kegiatan diarahkan untuk memperkuat kampus menuju unggul kelembagaan melalui koordinasi dan review sistem penjaminan mutu. Acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. Direktur PTKI. Dr. Ahmad Mahfud Arsyad, M.Ag. Kasubdit Kelembagaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Fajri Ismail, M.Pd.I. Asesor. Yusuf Nalim, M.Si. Narasumber. Dr. Ahmad Khanali, S.Si, M.Si. Kasubtim Penjaminan Mutu. Siti Mulazamah, Lc. Kasubtim Kerja Sama. Andi Subiyanto, S.H., M.H. Kasubtim Bina Kelembagaan PTKIN Subdit Kelembagaan dan Kerjasama 11 (sebelas) Orang.

UII Dalwa tercatat sebagai salah satu dari 31 PTKIS peserta yang diundang dalam kegiatan nasional tersebut. Kehadiran UII Dalwa menunjukkan komitmen institusi dalam memperkuat budaya mutu, tata kelola akademik, serta kesiapan menghadapi tuntutan peningkatan kualitas kelembagaan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Rangkaian kegiatan dirancang secara sistematis dengan materi yang berorientasi pada peningkatan kapasitas perguruan tinggi dalam membangun sistem penjaminan mutu. Pada hari pertama, peserta mendapatkan penguatan mengenai pengisian instrumen menuju unggul, pengenalan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 4.1, serta penyusunan dan pembahasan Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT) Tabel 1-12.

Pada hari kedua, pembahasan dilanjutkan dengan penyusunan LKPT Tabel 13-25 dan pendalaman sejumlah kriteria strategis, meliputi Budaya Mutu, Relevansi Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akuntabilitas, serta Diferensiasi Misi. Agenda juga mencakup Focus Group Discussion (FGD) mengenai diferensiasi misi dan strategi perguruan tinggi menuju status unggul.

Sementara itu, hari terakhir diarahkan pada penyusunan rencana tindak lanjut sebagai bagian penting dari keberlanjutan proses peningkatan mutu kelembagaan.

Partisipasi Rektorat dan Diretorat UII Dalwa dalam forum tersebut memiliki arti strategis dalam memperkuat perspektif mutu pada pengelolaan pendidikan tinggi. Sistem penjaminan mutu tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan dokumen akreditasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk memastikan bahwa proses pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola perguruan tinggi berjalan secara terukur, akuntabel, dan berkelanjutan.

Kehadiran UII Dalwa dalam forum yang mempertemukan berbagai PTKIS dari sejumlah wilayah di Indonesia juga menjadi ruang akademik untuk memperoleh wawasan, bertukar pengalaman, serta mengidentifikasi strategi pengembangan kelembagaan yang relevan dengan karakter dan diferensiasi misi masing-masing perguruan tinggi.

Dalam konteks pengembangan Pascasarjana, penguatan sistem penjaminan mutu menjadi semakin penting karena kualitas program pendidikan tinggi pada jenjang magister dan doktoral sangat berkaitan dengan konsistensi tata kelola akademik, kualitas pembelajaran, produktivitas penelitian, publikasi ilmiah, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam ini juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara pimpinan perguruan tinggi, lembaga penjaminan mutu, dan pemangku kebijakan dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang berkualitas.

 

Melalui forum tersebut, PTKIS peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teknis mengenai instrumen akreditasi dan sistem penjaminan mutu, tetapi juga diarahkan untuk menyusun strategi pengembangan institusi berdasarkan kondisi riil dan karakteristik masing-masing perguruan tinggi.

Bagi UII Dalwa, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan untuk membangun budaya mutu, tata kelola akademik yang profesional, serta pengembangan kelembagaan berbasis standar dan kinerja. Langkah tersebut sekaligus memperkuat arah transformasi UII Dalwa sebagai perguruan tinggi Islam yang terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan layanan akademik.

Dengan demikian, kehadiran Rektorat dan Direktorat Pascasarjana UII Dalwa dalam forum nasional penjaminan mutu PTKIS menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen institusi terhadap peningkatan mutu secara berkelanjutan dan membangun fondasi kelembagaan yang semakin adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada pencapaian perguruan tinggi unggul.Randi.S./red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *