UII Dalwa dan Majelis Ugama Islam Pattani Gelar Dialog Keislaman dan Ukhuwah Melayu Nusantara

WhatsApp Image 2026-09-22 at 09.58.22

Pattani, Thailand – Universitas Islam Internasional (UII) Dalwa menggelar dialog keislaman bersama Majelis Ugama Islam Wilayah Pattani, Thailand di kantor Majelis Ugama Islam. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, akrab, dan penuh semangat ukhuwah, sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat hubungan persaudaraan antara umat Islam Indonesia dan masyarakat Melayu-Muslim di Thailand Selatan.

Dialog tersebut mempertemukan dua lembaga yang memiliki kedekatan dalam tradisi keislaman Melayu-Nusantara. Kesamaan mazhab Syafi’i, tradisi pesantren, serta kuatnya peran ulama dalam kehidupan masyarakat menjadi salah satu tema yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.

Mewakili UII Dalwa, Dr. Imaduddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar agenda kelembagaan, melainkan bagian dari upaya memperkuat persaudaraan sesama Muslim di kawasan Melayu.

“Kami datang dengan semangat ukhuwah. Indonesia dan Pattani memiliki banyak kesamaan dalam tradisi keislaman, khususnya dalam Mazhab Syafi’i dan tradisi pendidikan Islam. Kesamaan ini merupakan modal yang sangat penting untuk memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada umat,” ujar Dr. Imaduddin.

Ia menambahkan bahwa UII Dalwa memandang Pattani sebagai bagian penting dari jaringan intelektual dan dakwah Islam di kawasan Melayu-Nusantara. Menurutnya, hubungan historis dan kultural antara masyarakat Muslim Indonesia dan Pattani perlu dikembangkan menjadi kerja sama yang lebih konkret.

“Kami berharap hubungan ini tidak berhenti pada silaturahmi dan dialog. UII Dalwa memiliki minat untuk mengirim mahasiswa yang memiliki kemampuan dakwah sebagai muballigh dalam program pengabdian masyarakat dan misi dakwah perdamaian di Thailand. Pada saat yang sama, kami juga membuka pintu bagi para pelajar Pattani yang memiliki potensi untuk belajar dan mendalami ilmu agama di Pondok Pesantren Dalwa,” lanjutnya.

Dalam dialog tersebut dijelaskan bahwa Majelis Ugama Islam Wilayah Pattani memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Muslim setempat. Lembaga tersebut tidak hanya menangani berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan, tetapi juga menjadi salah satu penghubung antara masyarakat Muslim dengan pemerintah Thailand, khususnya dalam urusan keagamaan.

Majelis Ugama Islam juga berperan dalam membimbing kehidupan beragama umat Islam, menjaga keberlangsungan nilai-nilai syariat, serta memperkuat kehidupan sosial-keagamaan masyarakat Melayu-Muslim Pattani.

Syekh Baba Abdul Karim, Wakil Majelis Ugama Islam Wilayah Pattani, menyambut baik kunjungan rombongan UII Dalwa. Ia menilai hubungan antara masyarakat Muslim Pattani dan Indonesia memiliki fondasi sejarah, budaya, dan keagamaan yang kuat.

“Masyarakat Muslim Pattani memiliki hubungan yang dekat dengan umat Islam di Indonesia. Kita memiliki banyak kesamaan dalam tradisi keagamaan, Mazhab Syafi’i, serta penghormatan kepada ulama dan pendidikan Islam. Karena itu, pertemuan seperti ini sangat penting untuk memperkuat persaudaraan dan saling belajar antara kedua belah pihak,” tutur Syekh Baba Abdul Karim.

Menurutnya, Majelis Ugama Islam Pattani tidak hanya berfungsi dalam pelayanan keagamaan masyarakat, tetapi juga berusaha membangun komunikasi yang baik antara masyarakat Muslim dan pemerintah Thailand.

“Majelis Ugama Islam berusaha membimbing masyarakat agar tetap dapat menjalankan kehidupan beragama dengan baik, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara umat Islam dan pemerintah. Kami juga terbuka untuk membangun kerja sama dengan lembaga-lembaga Islam di luar Thailand, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan dakwah,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai sejumlah kesamaan pola keberagamaan antara masyarakat Muslim Indonesia dan Pattani. Kesamaan itu dinilai menjadi nilai tambah dalam pengembangan dakwah Islam yang damai serta penguatan hubungan antarumat Islam di kawasan Asia Tenggara.

UII Dalwa menyampaikan ketertarikannya untuk mengembangkan kerja sama lebih lanjut, terutama dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah pengiriman delegasi mahasiswa yang memiliki kompetensi sebagai muballigh untuk melaksanakan program dakwah dan pengabdian masyarakat di Thailand Selatan.

Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan dakwah, tetapi juga menjadi misi dakwah perdamaian yang menumbuhkan dialog, persaudaraan, dan pemahaman lintas budaya.

Pada kesempatan yang sama, UII Dalwa juga mengundang para pelajar potensial dari Pattani untuk melanjutkan pendidikan agama di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Bangil, Pasuruan. Tradisi pendidikan Dalwa yang menekankan penguasaan ilmu-ilmu keislaman, bahasa Arab, pembinaan akhlak, dan pengembangan akademik diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan bagi generasi muda Muslim Pattani.

Dialog tersebut dihadiri Syekh Baba Abdul Karim, Wakil Majelis Ugama Islam Wilayah Pattani. Sementara dari UII Dalwa hadir Dr. Solahuddin, Dr. Imaduddin, Dr. Fauzi Hamzah, Dr. Kholili Hasib, Muhadjir, M.Pd., dan Abdul Majid, M.Pd., bersama 13 mahasiswa Pascasarjana UII Dalwa.

 

Pertemuan berlangsung dalam atmosfer penuh keakraban dan persaudaraan. Dialog tidak hanya membicarakan kerja sama kelembagaan, tetapi juga menegaskan kembali kedekatan historis, intelektual, dan kultural antara masyarakat Muslim Indonesia dan Pattani.

Melalui dialog ini, UII Dalwa dan Majelis Ugama Islam Wilayah Pattani berharap hubungan kedua lembaga dapat dikembangkan ke arah kerja sama yang lebih konkret, terutama dalam bidang pendidikan, dakwah, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan jaringan keislaman Melayu-Nusantara.Kholili/Randi.S./red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *