Transformasi Literasi Syariah Mahasiswa di Era Digital melalui Seminar Fiqih Qurban

UII DALWA – Menjelang momentum Hari Raya Iduladha 1447 H, Perpustakaan Terpadu Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki Dalwa menyelenggarakan seminar edukatif bertema fiqih qurban bertajuk “Salah Serah Bisa Bermasalah: Bedah Fiqih Kepanitiaan Qurban” pada Sabtu malam (16/05/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di lantai 8 Perpustakaan Dalwa, Mabna Abuya Hasan, Bangil.

Seminar menghadirkan narasumber Ustaz Abdur Roqib, M.Pd., Dewan Pengawas Syariah Pondok Pesantren Sidogiri. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan literasi keislaman mahasiswa, khususnya dalam memahami implementasi fiqih qurban yang relevan dengan dinamika sosial modern.

Dalam pemaparannya, Ustaz Abdur Roqib menegaskan bahwa substansi ibadah qurban tidak hanya terletak pada distribusi daging, tetapi juga pada ketepatan proses pelaksanaan sesuai tuntunan syariat. Menurutnya, masyarakat saat ini cenderung lebih menitikberatkan pada hasil akhir dibandingkan pemahaman hukum dan mekanisme ibadah itu sendiri.

“Karena yang dianggap penting oleh masyarakat kita saat ini itu dagingnya, bukan prosesnya,” ungkapnya di hadapan peserta seminar.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan qurban memerlukan pemahaman fiqih yang komprehensif agar ibadah tidak tereduksi menjadi sekadar aktivitas konsumtif tahunan. Dalam konteks modern, praktik penyaluran qurban melalui lembaga, panitia, maupun jasa penyembelihan dinilai semakin umum dilakukan karena alasan efektivitas dan efisiensi.

Lebih lanjut, Ustaz Abdur Roqib menerangkan bahwa niat dari pemilik qurban (muwakkil) ketika menyerahkan hewan atau dana kepada panitia telah dianggap sah sebagai representasi niat ibadah. Dengan demikian, pihak panitia atau jagal tidak diwajibkan mengulang niat ketika proses penyembelihan berlangsung.

“Jika pemilik sudah berniat, maka pihak wakil atau jagal tidak perlu lagi mengulang niat saat penyembelihan,” jelasnya.

Penjelasan tersebut dinilai penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan qurban berskala besar, terutama bagi panitia yang menangani ratusan hewan qurban dalam waktu terbatas. Pemahaman ini sekaligus memberikan kepastian hukum syariah bagi masyarakat yang mempercayakan pelaksanaan qurbannya kepada lembaga tertentu.

Selain membahas aspek penyembelihan, seminar juga menyoroti fenomena qurban berbasis transfer uang yang semakin berkembang di era digital. Menurutnya, modernitas menghadirkan tantangan baru terkait transparansi pengelolaan dana qurban, terutama apabila terdapat selisih anggaran dalam pembelian hewan.

Ustaz Abdur Roqib menekankan pentingnya keterbukaan panitia terhadap penggunaan sisa dana qurban untuk kebutuhan operasional, seperti pembelian alat penyembelihan maupun honor petugas lapangan. Ia menyarankan agar panitia meminta keridhaan dari pemilik qurban apabila dana tersebut dialokasikan di luar pembelian hewan.

Seminar berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan seputar problematika fiqih qurban kontemporer. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Perpustakaan Terpadu Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki Dalwa dalam menghadirkan ruang literasi akademik berbasis penguatan kajian keislaman aplikatif.

Melalui seminar tersebut, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teknis mengenai kepanitiaan qurban, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai syariah secara tepat dalam kehidupan sosial masyarakat.Dafa/Randi.S./red.

Share:

More Posts

Send Us A Message