Pasuruan, Satuan Resimen Mahasiswa (Satmenwa) Menara Putih UII Dalwa resmi mengawali rangkaian kegiatan Pra-Diklatsar Calon Anggota Resimen Mahasiswa Latsar 79 Tahun 2026/2027 melalui upacara pembukaan yang dilaksanakan di Koramil 0819/10 Bangil, Jumat (28/8/2026). Kegiatan Pra-Diklatsar tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan dasar calon anggota Resimen Mahasiswa yang diarahkan untuk membentuk karakter mahasiswa yang memiliki kedisiplinan, ketangguhan, tanggung jawab, kepemimpinan, serta kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas kemahasiswaan dan pengabdian kepada masyarakat. Berdasarkan Rencana Operasional Pra-Diklatsar Satmenwa UII Dalwa Pasuruan Tahun 2026/2027, kegiatan pembinaan dijadwalkan berlangsung secara bertahap melalui berbagai materi dan aktivitas, mulai dari pembinaan kedisiplinan, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), wawasan kebangsaan, Pancadarma, sejarah Menwa, kesehatan, navigasi darat, hingga kegiatan pembentukan fisik dan mental.
Dalam upacara pembukaan, Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Imadduddin,M.Pd.I bertugas sebagai Pemimpin Apel, sedangkan Faizal Fahmi bertugas sebagai Komandan Apel. Upacara Pembukaan juga dihadiri al-Habib Dr. Lutfi Rachman,M.Pd.I Ketua LPkM UII Dalwa dan Dr. H. Akhmad Sahrandi,M.Pd.I Pembina Satmenwa UII Dalwa. Kehadiran unsur pendamping dan pembina dari berbagai institusi menunjukkan adanya sinergi dalam penyelenggaraan pembinaan calon anggota Menwa. Dari lingkungan Dalwa, pendamping kegiatan terdiri atas Yudha 1 dan Yudha 2. Sementara dari Universitas Merdeka (Unmer) Pasuruan, hadir Prov. Irfansyah Barizi. Dari Unmer Malang, hadir Komandan Korwil 2 Malang, Ndan Rofi. Selain itu, unsur pendamping juga berasal dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yakni Wadan Farhan, Prov. Imron, dan Prov. Zaym. Kegiatan turut melibatkan dua personel dari Skomenwa Jawa Timur sebagai bagian dari unsur pendukung pembinaan.
Wadanramil Bangil Peltu Moh. Sholeh, S.H. menyampaikan bahwa secara operasional, setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan perlengkapan dan orientasi medan sebelum peserta memasuki tahapan pembinaan berikutnya. Rangkaian Pra-Diklatsar dirancang dengan pendekatan pembinaan yang terstruktur. Pada hari pertama, calon anggota mendapatkan sejumlah materi fundamental, antara lain PBB dasar dan PBB senjata, materi 5M, dinas staf Menwa dan prosedur hubungan Menwa, Pancadarma Satya serta makna brevet, wawasan kebangsaan, dan sejarah Menwa satuan. Pada hari berikutnya, pembinaan diarahkan pada penguatan kemampuan lapangan melalui long march, navigasi darat, penyamaran, bivak, materi kesehatan, stelling, serta penempuhan brevet dan gam. Long march dijadwalkan berlangsung di wilayah Bangil sebagai bagian dari aktivitas pembentukan daya tahan dan ketangguhan peserta.
Tahapan berikutnya meliputi materi etika dan disiplin Menwa, Gam, Niksarpur, Tata Upacara Militer (TUM), dasar organisasi Menwa, sejarah Menwa nasional, hingga PUDD. Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada kemampuan fisik, tetapi juga mencakup aspek etika, organisasi, wawasan kebangsaan, dan pemahaman terhadap nilai-nilai dasar Menwa. Pada tahap akhir, peserta dijadwalkan mengikuti materi Bela Diri Militer (BDM), persiapan upacara penutupan, serta upacara penutupan dan penyematan baret. Dengan demikian, keseluruhan rangkaian Pra-Diklatsar memiliki alur pembinaan yang mengintegrasikan aspek pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, ketahanan fisik, kepemimpinan, dan identitas kelembagaan Menwa.
Secara akademik, kegiatan Pra-Diklatsar dapat dipandang sebagai bagian dari pendidikan karakter nonformal mahasiswa yang melengkapi proses pembelajaran di ruang kelas. Pembinaan yang memadukan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan menghadapi situasi yang membutuhkan ketangguhan dan pengambilan keputusan. Bagi UII Dalwa, keberadaan Satmenwa Menara Putih juga menjadi bagian dari ekosistem kemahasiswaan yang mendorong pengembangan kapasitas mahasiswa secara holistik. Nilai-nilai kedisiplinan dan kepemimpinan yang dibangun melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap pembentukan mahasiswa yang memiliki integritas, loyalitas, kepedulian sosial, serta kesiapan untuk berperan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.Randi.S./red.



