Mahasiswa SPI UII DALWA Kunjungi Pesantren Al-Khoiriyah Cirebon Dalami Peran Pesantren dalam Peradaban Islam

Cirebon, 2 September 2026 – Mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin dan Adab, Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah (UII DALWA), melakukan kunjungan akademik ke Pesantren Al-Khoiriyah Cirebon pada 2 September 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran lapangan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan pendidikan Islam sekaligus memahami kontribusi pesantren dalam perjalanan peradaban Islam di Indonesia.

Kunjungan ke Pesantren Al-Khoiriyah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara lebih dekat kehidupan pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat. Para peserta memperoleh wawasan mengenai semangat perjuangan para pendiri pesantren dalam membangun lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada proses transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Pesantren Al-Khoiriyah dipandang sebagai salah satu representasi lembaga pendidikan Islam yang terus menjaga nilai-nilai tradisi keilmuan sekaligus menjalankan fungsi dakwah di tengah masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa keberadaan pesantren tidak dapat dilepaskan dari proses panjang perjuangan para pendirinya dalam menjaga keberlangsungan pendidikan dan pengajaran Islam.

Bagi mahasiswa SPI, pengalaman tersebut memiliki nilai akademik yang penting. Pembelajaran sejarah peradaban Islam tidak cukup hanya dilakukan melalui buku, dokumen, atau pembahasan di ruang kelas. Interaksi langsung dengan lembaga-lembaga yang memiliki akar sejarah dan tradisi keislaman memungkinkan mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih konkret mengenai bagaimana nilai-nilai Islam diwariskan dan dikembangkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dosen Program Studi Sejarah Peradaban Islam UII DALWA, Subhana Adzim Baqi, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan pengalaman penting bagi mahasiswa untuk memahami pesantren secara lebih utuh.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk melihat sebuah lembaga pendidikan, tetapi bagaimana mahasiswa dapat mengambil ibrah dari perjuangan para pendiri pesantren. Mereka perlu memahami bahwa keberadaan pesantren hari ini merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun dengan keikhlasan, pengabdian, ketekunan, dan perjuangan,” ujar Subhana Adzim Baqi.

Menurutnya, pesantren memiliki posisi strategis dalam perjalanan sejarah Islam di Indonesia. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi salah satu pusat transmisi keilmuan Islam, pembentukan ulama, penguatan tradisi keislaman, serta pembinaan kehidupan sosial masyarakat.

“Pesantren merupakan salah satu mata rantai penting dalam transmisi keilmuan Islam di Nusantara. Dari pesantren lahir para ulama, pendidik, dai, dan tokoh masyarakat yang memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan kehidupan sosial dan peradaban Islam di Indonesia,” jelasnya.

Kunjungan tersebut juga memperlihatkan bahwa keberlangsungan sebuah pesantren sangat berkaitan dengan nilai-nilai perjuangan yang ditanamkan oleh para pendirinya. Keikhlasan dalam mengabdi, ketekunan dalam mendidik, kesabaran dalam menghadapi tantangan, serta komitmen menjaga tradisi keilmuan menjadi bagian penting yang dapat dipelajari oleh mahasiswa.

Bagi mahasiswa Sejarah Peradaban Islam, nilai-nilai tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kompetensi akademik dan karakter yang perlu dikembangkan. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mampu memahami fakta dan peristiwa sejarah, tetapi juga diharapkan mampu membaca nilai, mengambil pelajaran, serta menghubungkan pengalaman sejarah dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Pesantren dalam konteks sejarah Indonesia juga memiliki peran yang luas. Selain menjadi pusat pendidikan keagamaan, pesantren berkembang sebagai ruang pembentukan identitas sosial, pusat dakwah, dan tempat berlangsungnya interaksi antara tradisi keilmuan Islam dengan dinamika masyarakat. Peran tersebut menjadikan pesantren sebagai salah satu objek penting dalam kajian sejarah sosial dan peradaban Islam di Indonesia.

Melalui kunjungan ke Pesantren Al-Khoiriyah, mahasiswa SPI UII DALWA mendapatkan kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan teoritis dengan realitas kehidupan lembaga pendidikan Islam. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa dalam melihat sejarah secara lebih kontekstual dan tidak terbatas pada narasi yang terdapat dalam literatur akademik.

Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum refleksi bagi mahasiswa mengenai tanggung jawab generasi muda dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam. Sejarah yang dipelajari tidak berhenti sebagai pengetahuan tentang masa lalu, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi dalam membangun kehidupan akademik, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat. (Rahman/Randi.S./Red.)

Share:

More Posts

Send Us A Message