UII DALWA – Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah menerima kunjungan ulama asal Aceh, Teungku Syekh Nuruzzahri Yahya, bersama rombongan, Jumat (28/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat jejaring keulamaan dan pendidikan Islam antara Aceh dan Jawa Timur.
Kedatangan Syekh Nuruzzahri Yahya disambut langsung oleh Wakil Rektor III UII Dalwa, Assoc. Prof. Dr. Imaduddin, M.Pd.I. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dengan pembahasan seputar perkembangan pendidikan pesantren, peran ulama, kaderisasi santri, serta kontribusi lembaga pendidikan Islam dalam menjawab tantangan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Kunjungan tersebut memiliki nilai strategis mengingat Syekh Nuruzzahri Yahya merupakan salah satu ulama yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia pendidikan dan organisasi keislaman di Aceh. Sosok yang akrab disapa Waled NU itu juga memiliki perhatian terhadap penguatan kapasitas santri agar mampu mengambil peran lebih luas di ruang publik.
Syekh Nuruzzahri Yahya menjadi salah satu dari sembilan ulama yang terpilih sebagai Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA) dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Dalam mekanisme organisasi NU, AHWA merupakan forum yang terdiri atas ulama yang memiliki kapasitas keilmuan, integritas, dan ketokohan untuk menjalankan musyawarah dalam menentukan kepemimpinan tertinggi organisasi serta memberikan arah strategis bagi perjalanan jam’iyyah.
Sembilan ulama yang disebut dalam komposisi AHWA tersebut ialah KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso), TGK. KH. Nuruzzahri Yahya (Waled NU), AG. Dr. KH. Baharuddin HS, M.A., KH. Miftachul Akhyar, KH. Afifuddin Muhajir, KH. Anwar Iskandar, KH. Anwar Manshur (Lirboyo), Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, dan Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A.
Keterpilihan Syekh Nuruzzahri Yahya sebagai bagian dari AHWA menunjukkan adanya representasi ulama dari Aceh dalam forum strategis organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Kehadiran tokoh ulama dari berbagai wilayah juga merepresentasikan tradisi musyawarah dan penghormatan terhadap otoritas keilmuan dalam dinamika kelembagaan NU.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, Teungku Nuruzzahri Yahya terpilih sebagai salah satu anggota AHWA melalui penghitungan suara dalam Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU, Ahad (30/8/2026).
Wakil Rektor III menyampaikan kunjungan Syekh Nuruzzahri Yahya ke UII Dalwa juga memperlihatkan pentingnya membangun konektivitas antarpusat pendidikan Islam di berbagai wilayah Indonesia.
“Aceh dan Jawa Timur memiliki sejarah panjang dalam perkembangan tradisi keilmuan Islam Nusantara. Pertemuan ulama dari kedua wilayah tersebut dapat menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai pengembangan pesantren, pendidikan tinggi, kaderisasi santri, dan penguatan peran ulama dalam kehidupan masyarakat.” Ujar Wakil Rektor III.
Bagi UII Dalwa, silaturahmi dengan tokoh ulama nasional dan daerah merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dan keumatan. Interaksi antara perguruan tinggi, pesantren, dan ulama menjadi modal sosial yang penting dalam membangun pendidikan Islam yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki akar tradisi keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.
Kunjungan tersebut diharapkan membuka ruang sinergi yang lebih luas antara UII Dalwa dan jaringan pendidikan serta keulamaan di Aceh, khususnya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kaderisasi santri, dan penguatan peran perguruan tinggi Islam dalam kehidupan kebangsaan.
Pertemuan ini sekaligus menegaskan bahwa jejaring ulama dan perguruan tinggi Islam merupakan salah satu fondasi strategis dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam sekaligus mempersiapkan generasi santri yang kompeten, berintegritas, dan mampu mengambil peran di ruang publik.Randi.S./red.



