UII DALWA – Institut Agama Islam (IAI) Al-Urwatul Wutsqo Jombang melaksanakan kunjungan benchmarking kewirausahaan ke UII Dalwa. Kegiatan ini bertujuan mempelajari strategi pengembangan unit usaha dan penguatan kemandirian finansial perguruan tinggi berbasis ekonomi syariah.
Rombongan dipimpin langsung oleh Rektor IAI Al-Urwatul Wutsqo Jombang, Dr. Hj. Zahrotun Ni’mah Afif, S.J.I., M.Pd., bersama Dr. Hj. Qurrotul Ainiyah, M. H. I/ Wakil Rektor 2, Dr. Hj. Chumaidah Syc., M.Pd.I/Wakil Rektor 3, Dr. Ali Mustofa, M. Pd. I/Sekretaris Warek 1, Dr. Nurul Indana, S. Pd. I., M. Pd. /Ka prodi ES, Feriyanto, S. Pd. I., M. Pd/Kordinator UKM Kewirausahaan, Maulana Syarif Afwa, S.E., M.E./Sekprodi ES, M. Thoifur Rohman/Tenaga Kependidikan, Rio Fatkhur Rohman/Mahasiswa ES. M. Nazirul Ikrom/Mahasiswa ES, Zulfahmi/ Mahasiswa ES. Maula vutihatu Ramadhani/Mahasiswa ES. Nisa Ul Maghfiroh, S.Pd., Gr./ Kepsek SMP IBS Nurul Faizah Nongkojajar, H. Tasor/ Pengurus PP. Nurul Faizah 3 Nongkojajar, pimpinan program studi, koordinator kewirausahaan, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta perwakilan lembaga pendidikan dan pesantren.
Kedatangan rombongan disambut oleh Direktur Pascasarjana UII Dalwa, Assoc. Prof. Dr. Zainal Abidin, M.Pd., CIQaR, CIRK, CIE, Wakil Rektor I Assoc. Prof. M. Solahudin, M.H.I., Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Imaduddin, M.Pd., dan Wakil Rektor IV Dr. Akhmad Fauzi Hamzah, M.Pd.I. Turut hadir Dr. Asep Rahmatullah, M.Pd., Dr. Muhib Khairul Anam, M.Pd., serta jajaran Tim Pengembangan Ekonomi Syariah UII Dalwa.
Dalam forum diskusi, Rektor IAI Al-Urwatul Wutsqo Jombang menyampaikan ketertarikannya terhadap strategi pengembangan usaha mandiri yang diterapkan UII Dalwa. Menurutnya, perguruan tinggi perlu membangun sumber pendapatan alternatif agar memiliki kemandirian finansial dan tidak sepenuhnya bergantung pada pembiayaan pendidikan mahasiswa. Ia berharap pengalaman pengembangan ekonomi UII Dalwa dapat menjadi referensi dalam merancang dan mengembangkan unit usaha produktif di lingkungan kampus.
Kepala Tim Pengembangan Ekonomi Syariah UII Dalwa, Dr. Ahmad Albin Hamid, M.Pd., memaparkan berbagai unit usaha berbasis syariah yang dikembangkan oleh UII Dalwa. Penjelasan mencakup konsep pengelolaan usaha, pengembangan kelembagaan ekonomi, serta keterkaitan aktivitas bisnis dengan keberlanjutan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai strategi membangun unit usaha, tata kelola kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, dan keberlanjutan ekonomi perguruan tinggi.
Direktur Pascasarjana UII Dalwa, Assoc. Prof. Dr. Zainal Abidin, M.Pd., dalam arahannya menegaskan bahwa lembaga besar tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dimulai dari langkah-langkah kecil, perjuangan, dan konsistensi. Ia menekankan pentingnya aktivitas dan gerakan berkelanjutan dalam membangun lembaga. Pertemuan yang terus terjalin, ikhtiar yang sungguh-sungguh, penguatan tawakal kepada Allah SWT, serta doa dan keikhlasan seluruh pihak merupakan bagian penting dari proses pengembangan institusi.
Mengutip pesan Abuya al-Habib Hasan Baharun, ia mengibaratkan perjuangan mencapai cita-cita seperti seseorang yang berlari menghindari kejaran harimau. Dalam kondisi tersebut, berbagai rintangan, termasuk duri dan pecahan kaca, tidak boleh menghentikan langkah perjuangan. Prinsip tersebut menggambarkan pentingnya semangat harakah barakah, yakni terus bergerak, berusaha, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan ekonomi memiliki peran strategis dalam menopang keberlangsungan lembaga pendidikan. Sejarah perjuangan Rasulullah SAW menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan dan dukungan ekonomi Sayyidah Khadijah turut menjadi bagian penting dalam mendukung perjuangan dakwah Islam.
Selain pengembangan ekonomi, UII Dalwa juga memaparkan komitmen kelembagaan dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan sosial. Di antaranya melalui pemberian beasiswa kepada sejumlah santri luar negeri, putra-putri guru Dalwa, serta anak-anak dari desa binaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Kegiatan benchmarking ini diharapkan menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarlembaga pendidikan tinggi Islam, khususnya dalam membangun ekosistem kewirausahaan, memperkuat kemandirian finansial, dan mengembangkan tata kelola perguruan tinggi yang berkelanjutan. Melalui kunjungan tersebut, kedua institusi diharapkan dapat memperluas jejaring kelembagaan sekaligus membuka peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, kewirausahaan, dan pengembangan ekonomi syariah.Randi.S./red.




