Cirebon – Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) UII Dalwa menggelar kegiatan rihlah ilmiyah ke Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon pada hari Kamis, 03 September 2026. Salah satu agenda dalam kunjungan ini adalah produksi podcast Dosen SPI UII Dalwa bersama Aah Syafa’ah, M.Ag., yang menjabat sebagai Ketua Program Studi SPI di kampus berbasis digital tersebut. Podcast ini mengangkat tema besar seputar arah pengembangan Program Studi SPI di masa depan, dengan sorotan khusus pada gagasan penerapan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Kegiatan berlangsung di kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sebuah perguruan tinggi yang dikenal mengusung konsep pendidikan berbasis siber sebagai identitas utamanya. Dalam suasana diskusi yang santai namun sarat substansi, kedua belah pihak berbincang panjang lebar mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi program studi sejarah peradaban Islam di tengah percepatan transformasi digital dunia pendidikan tinggi. Format podcast dipilih sebagai media diskusi karena dianggap lebih cair dan mampu menjangkau audiens yang lebih luas, terutama mahasiswa dan akademisi muda yang akrab dengan konsumsi konten digital.
Dalam episode tersebut, Aah Syafa’ah banyak berbagi pengalaman mengenai bagaimana UIN Siber Syekh Nurjati membangun ekosistem pembelajaran berbasis daring sejak awal berdirinya program studi. Ia menjelaskan bahwa konsep siber yang diusung kampusnya bukan sekadar memindahkan kelas konvensional ke platform daring, melainkan merancang ulang keseluruhan proses pembelajaran agar sesuai dengan karakteristik pendidikan jarak jauh. Mulai dari penyusunan kurikulum yang adaptif, penguatan infrastruktur teknologi informasi, hingga pelatihan dosen agar mampu menyampaikan materi sejarah peradaban Islam secara interaktif melalui media digital. Semua itu, menurutnya, dibangun secara bertahap dan terus dievaluasi seiring berjalannya waktu.
Ketua Program Studi SPI Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah, yang turut hadir dalam podcast ini, menyoroti secara khusus bagaimana skema siber yang diterapkan di UIN Siber Syekh Nurjati dapat menjadi rujukan bagi pengembangan program studi serupa di kampusnya. Ia menilai pengalaman UIN Siber Syekh Nurjati dalam mengelola pembelajaran daring untuk kajian sejarah dan peradaban Islam menjadi contoh konkret bahwa disiplin ilmu yang secara tradisional identik dengan metode tatap muka pun dapat diadaptasi ke dalam format digital tanpa kehilangan kedalaman kajiannya. Menurutnya, hal ini penting sebagai bahan refleksi bagi kampusnya yang tengah memikirkan arah pengembangan jangka panjang.
Salah satu poin penting yang mengemuka dalam podcast adalah pengembangan program Pembelajaran Jarak Jauh untuk Program Studi SPI. Gagasan ini muncul sebagai respons atas kebutuhan memperluas akses pendidikan sejarah peradaban Islam kepada calon mahasiswa yang selama ini terkendala jarak, waktu, maupun keterbatasan biaya untuk mengikuti perkuliahan secara tatap muka penuh. Dalam perbincangan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa pengembangan PJJ bukan perkara sederhana. Dibutuhkan kesiapan matang dari sisi kurikulum, ketersediaan platform pembelajaran yang andal, hingga kesiapan sumber daya manusia, baik dosen maupun tenaga kependidikan, agar mampu mengelola pembelajaran daring secara efektif.
Pengalaman UIN Siber Syekh Nurjati menerapkan sistem digital Pendidikan dinilai menjadi bekal berharga bagi SPI UIN Internasional Darullughah Wadda’wah dalam merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Diskusi juga menyentuh aspek teknis penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh, seperti bagaimana merancang materi ajar yang tetap mempertahankan kedalaman analisis historis meski disampaikan lewat layar, serta bagaimana menjaga interaksi akademik antara dosen dan mahasiswa tetap hidup di tengah keterbatasan tatap muka fisik. Aah Syafa’ah menekankan bahwa kunci keberhasilan pembelajaran jarak jauh terletak pada konsistensi kualitas materi dan pendampingan yang tidak kalah intensif dibandingkan kelas konvensional, bukan sekadar memindahkan bahan kuliah ke layar komputer.
Selain membahas konsep pembelajaran jarak jauh, podcast ini juga menjadi ajang penjajakan kerja sama antara kedua program studi dalam bidang digitalisasi pendidikan. Kedua belah pihak menyampaikan ketertarikan untuk saling bertukar informasi dan pengalaman terkait langkah-langkah konkret yang telah ditempuh UIN Siber Syekh Nurjati dalam mengembangkan sistem pembelajaran berbasis teknologi. Rencana kerja sama yang dibahas mencakup kemungkinan pertukaran narasumber untuk kegiatan akademik, kolaborasi dalam penyusunan bahan ajar digital, hingga peluang sinergi dalam riset bersama seputar sejarah peradaban Islam yang memanfaatkan pendekatan digital humaniora.
Ketua Prodi SPI UIN Internasional Darullughah Wadda’wah menyampaikan bahwa kunjungan sekaligus produksi podcast ini merupakan langkah awal untuk membangun jejaring akademik yang lebih luas, khususnya dengan kampus-kampus yang telah memiliki pengalaman dalam pengembangan pendidikan berbasis digital. Menurutnya, kolaborasi semacam ini penting agar program studi tidak tertinggal dalam mengikuti perkembangan zaman, sekaligus tetap menjaga kualitas kajian keilmuan sejarah peradaban Islam yang menjadi ciri khasnya.
Kegiatan podcast ini merupakan bagian dari rangkaian rihlah ilmiyah yang diselenggarakan Program Studi SPI UII Dalwa. Rihlah ilmiyah sendiri dipahami sebagai perjalanan keilmuan yang bertujuan memperluas wawasan akademik melalui kunjungan langsung ke berbagai lembaga pendidikan, sekaligus membangun silaturahmi keilmuan antar civitas akademika. Melalui kunjungan ke UIN Siber Syekh Nurjati, para peserta rihlah tidak hanya memperoleh gambaran teoritis mengenai konsep pendidikan berbasis siber, tetapi juga melihat langsung bagaimana konsep tersebut diimplementasikan dalam praktik sehari-hari di kampus. Pengalaman ini diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik para peserta, terutama dalam memahami arah perkembangan pendidikan tinggi Islam di era digital.
Format podcast yang digunakan dalam kegiatan ini juga dinilai sebagai inovasi tersendiri dalam pelaksanaan rihlah ilmiyah. Alih-alih hanya berupa kunjungan dan diskusi tertutup, hasil perbincangan direkam dan dikemas dalam format audio visual yang nantinya dapat diakses oleh khalayak lebih luas, sehingga manfaat dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh peserta yang hadir secara langsung, tetapi juga oleh masyarakat akademik yang lebih luas.
Di penghujung podcast, kedua ketua program studi sama-sama menyampaikan harapan agar pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan. Bagi Program Studi SPI UIN Internasional Darullughah Wadda’wah, pengalaman dan masukan dari UIN Siber Syekh Nurjati diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan penting dalam merumuskan kebijakan pengembangan program studi ke depan, khususnya terkait rencana penerapan pembelajaran jarak jauh. Sementara itu, bagi UIN Siber Syekh Nurjati, kolaborasi ini juga dipandang sebagai kesempatan untuk memperluas jejaring dengan program studi sejenis di perguruan tinggi lain, sekaligus turut berkontribusi dalam mendorong digitalisasi pendidikan sejarah peradaban Islam secara lebih luas.
Kegiatan podcast dan rihlah ilmiyah ini menjadi bukti bahwa upaya pengembangan program studi tidak selalu harus dimulai dari nol. Melalui dialog terbuka dan pertukaran pengalaman dengan institusi yang telah lebih dahulu menempuh jalur digitalisasi, Program Studi SPI diharapkan mampu merumuskan langkah strategis yang tepat guna menjawab tantangan pendidikan tinggi di masa mendatang, tanpa mengorbankan kedalaman kajian keilmuan yang menjadi ruh dari studi sejarah peradaban Islam itu sendiri.Adzim/Randi.S./red.

