UII DALWA – Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah kembali mencatatkan capaian akademik melalui keberhasilan Welly Kuswanto, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UII Dalwa, meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam. Ia tercatat sebagai lulusan doktor ke-83 Program Pascasarjana UII Dalwa pada hari Senin, 31 Agustus 2026.
Welly Kuswanto, dengan NIM 2019.85.02.3.058, berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Evaluasi Sistem Pendidikan Agama Islam Berbasis Model CIPP: Analisis Hubungan Konteks, Input, Proses, dan Produk di SMK Nasional Malang.” Disertasi tersebut disusun pada Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana UII Dalwa tahun 2026.
Penelitian Welly menggunakan pendekatan explanatory sequential mixed methods dengan melibatkan 305 siswa. Evaluasi menggunakan model Context, Input, Process, and Product (CIPP) untuk menganalisis sistem Pendidikan Agama Islam secara integratif, termasuk hubungan antarkomponen serta kontribusinya terhadap pembentukan Islamic Work Ethic (IWE) siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen CIPP berada pada kategori sangat baik. Namun, temuan penting penelitian memperlihatkan bahwa tingginya kualitas masing-masing komponen tidak secara otomatis membentuk keterhubungan sistemik yang kuat. Hubungan Context terhadap Input, Input terhadap Process, maupun Process terhadap Product/IWE tidak menunjukkan hubungan linear yang signifikan.
Temuan tersebut memberikan kontribusi penting bagi pengembangan evaluasi pendidikan Islam. Menurut penelitian ini, mutu PAI tidak cukup diukur melalui tinggi-rendahnya skor setiap komponen, tetapi perlu dilihat dari kualitas hubungan, mekanisme translasi, utilisasi sumber daya, transfer pengalaman, serta feedback loop antarkomponen sistem.
Salah satu kebaruan penelitian terletak pada rekonstruksi model CIPP dari pendekatan yang semata-mata deskriptif menuju model evaluasi relasional-kontekstual. Penelitian juga menempatkan Program Keahlian sebagai unit diagnosis, bukan sebagai dasar untuk melakukan pemeringkatan kualitas PAI antarkelompok siswa.
Pada aspek Product, penelitian merekonstruksi Islamic Work Ethic (IWE) melalui kerangka NIAT, yang terdiri atas Niyyah (niat kerja), Ittiṣāl (komunikasi etis), Amānah (amanah), dan Ta’āwun (kolaborasi). Kerangka tersebut memberikan perspektif kontekstual mengenai bagaimana nilai-nilai Islam diterjemahkan menjadi perilaku etis dalam lingkungan pendidikan vokasional.
Secara filosofis, penelitian menyimpulkan bahwa mutu PAI bersifat relasional, teleologis, dan praksis. Artinya, Context, Input, dan Process memperoleh makna pendidikan ketika terhubung dengan tujuan pembentukan perilaku dan etika sebagai Product.
Dalam ujian disertasi, Welly Kuswanto diuji oleh jajaran akademisi UII Dalwa yang terdiri atas Assitant Profesor Dr. Kholili Hasib, M.Ud. sebagai Penguji Utama; al-Habib Assoc. Prof. Dr. Zainal Abidin, M.Pd. sebagai Ketua/Penguji II; Prof. Dr. Husein Aziz, M.Ag. sebagai Penguji I; Assitant Profesor Dr. Akhmad Fauzi Hamzah, M.Pd. sebagai Penguji III; Assoc. Prof. Dr. Imaduddin, M.Pd. sebagai Penguji IV; Assistant Profesor Dr. Moch. Romli, M.Pd.I. sebagai Penguji V sekaligus Co-Promotor; serta Assistant Profesor Dr. Muhammad Farid, M.Sos. sebagai Sekretaris sekaligus Promotor.
Setelah melalui proses ujian dan penilaian akademik, Dewan Penguji menetapkan Welly Kuswanto lulus dengan predikat cumlaude.
Capaian tersebut sekaligus memperkuat kontribusi UII Dalwa dalam pengembangan sumber daya manusia akademik dan kepemimpinan kelembagaan. Sebagai Ketua LPM, capaian doktoral Welly Kuswanto memiliki relevansi strategis dengan penguatan budaya mutu, evaluasi akademik, dan pengembangan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Gelar doktor ke-83 ini menjadi bagian dari konsistensi UII Dalwa dalam membangun tradisi akademik berbasis riset, pengembangan keilmuan Islam, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung tata kelola perguruan tinggi yang bermutu dan berkelanjutan.Randi.S./red.



