Optimalisasi Ekosistem Riset dan Tata Kelola Jurnal: UII Dalwa Hadirkan Kasubdit Litapdimas Kemenag RI

WhatsApp Image 2026-07-12 at 12.36.38

UII DALWA – Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah terus memperkuat budaya akademik melalui penyelenggaraan kegiatan Penguatan Ekosistem Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Tata Kelola Jurnal yang menghadirkan Kasubdit Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., sebagai narasumber utama. Kegiatan berlangsung di Lantai 6 Hotel Dalwa Syariah pada hari Sabtu, 11 Juli 2026 dan diikuti dosen, peneliti, serta pengelola jurnal di lingkungan UII Dalwa.

Acara dibuka oleh Assoc. Prof. Dr. Imaduddin,M.Pd. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat UII Dalwa yang menegaskan bahwa peningkatan mutu penelitian dan publikasi ilmiah merupakan bagian dari strategi institusi dalam memperkuat kualitas tridharma perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, universitas berupaya membangun ekosistem riset yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan jurnal ilmiah menuju standar nasional dan internasional.

Dalam paparannya, Dr. Nur Kafid menegaskan bahwa penelitian tidak boleh berhenti pada penyusunan laporan, skripsi, tesis, disertasi, maupun publikasi artikel ilmiah. Menurutnya, hasil penelitian harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lembaga yang menjadi objek penelitian melalui rekomendasi yang dapat diimplementasikan sebagai dasar penyusunan kebijakan maupun perbaikan praktik di lapangan.

Ia juga menyoroti pentingnya strategi diseminasi hasil penelitian. Artikel ilmiah, menurutnya, tidak cukup hanya dipublikasikan pada jurnal, tetapi perlu dipromosikan melalui berbagai jejaring akademik, media sosial, komunitas ilmiah, serta jaringan alumni agar memperoleh visibilitas, keterbacaan, dan sitasi yang lebih tinggi. Upaya tersebut merupakan bagian dari penyebarluasan ilmu pengetahuan, bukan sekadar promosi personal.

Pada aspek substansi artikel ilmiah, Dr. Nur Kafid menjelaskan bahwa kualitas publikasi ditentukan oleh tiga komponen utama, yakni kebaruan (novelty), kerangka teori atau pendekatan ilmiah, serta konteks penelitian. Artikel harus mampu menunjukkan kontribusi ilmiah yang jelas, didukung metodologi yang kuat, serta mampu menghubungkan temuan penelitian dengan perkembangan ilmu pengetahuan maupun realitas sosial.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa arah pengembangan akreditasi jurnal nasional kini semakin menitikberatkan pada kualitas substansi artikel. Kelengkapan pengelolaan jurnal, seperti Open Journal Systems (OJS), DOI, ketepatan jadwal terbit, maupun tata kelola editorial tetap menjadi persyaratan penting, namun tidak lagi menjadi satu-satunya indikator mutu. Struktur artikel, kedalaman analisis, kualitas referensi mutakhir, serta kontribusi ilmiah menjadi unsur yang semakin menentukan dalam proses penilaian.

Dalam sesi pengelolaan jurnal, Dr. Nur Kafid mengingatkan bahwa editor memiliki peran strategis sebagai penjaga mutu publikasi. Pengelolaan jurnal harus dilakukan secara konsisten melalui proses seleksi naskah, koordinasi dengan reviewer, penyempurnaan metadata, validasi referensi, hingga promosi artikel setelah diterbitkan. Menurutnya, peran editor merupakan bentuk pengabdian akademik yang memberikan kontribusi jangka panjang terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Selain membahas tata kelola jurnal, Dr. Nur Kafid mendorong dosen UII Dalwa untuk mengembangkan riset berbasis pesantren sebagai identitas akademik institusi. Berbagai isu seperti kajian turats, pembelajaran kitab, kesehatan santri, digitalisasi pendidikan pesantren, pengelolaan wakaf, dakwah digital, hingga pengembangan kecerdasan buatan dalam studi keislaman dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi penelitian bereputasi apabila dipadukan dengan metodologi yang kuat dan kolaborasi lintas disiplin.

Menurutnya, penguatan budaya riset memerlukan ekosistem yang terintegrasi mulai dari perumusan masalah penelitian yang relevan, kolaborasi multidisipliner, proses editorial yang berkualitas, hingga hilirisasi hasil penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, penelitian tidak hanya menghasilkan luaran akademik berupa artikel ilmiah, tetapi juga menciptakan dampak sosial, kelembagaan, dan kebijakan yang terukur.

Melalui kegiatan ini, UII Dalwa menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya penelitian, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta mengembangkan jurnal-jurnal institusi agar semakin bereputasi, terakreditasi, dan berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.Mu’id/Randi.S./red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *