Direktur PTKI Kemenag RI Perkuat Agenda Peningkatan Mutu Akademik UII Dalwa melalui Pengembangan SDM dan Kurikulum Berbasis Cinta

DSC05155-scaled

UII DALWA – Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah menerima kunjungan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., dalam kegiatan Seminar Pembinaan Kelembagaan yang diselenggarakan di Lantai 9 Mabna Abuya Hasan pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola kelembagaan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam di lingkungan UII Dalwa.

Kehadiran Direktur PTKI disambut oleh jajaran pimpinan universitas, para wakil rektor, dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika UII Dalwa. Seminar berlangsung dalam suasana akademik yang menitikberatkan pada strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM), peningkatan kualitas pembelajaran, serta penguatan budaya akademik yang berorientasi pada mutu dan nilai-nilai keislaman.

 

Dalam pemaparannya, Prof. Sahiron Syamsuddin menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan faktor strategis dalam mendorong daya saing perguruan tinggi. Menurutnya, pengembangan kompetensi dosen melalui penguasaan bahasa asing, penguatan kapasitas riset, publikasi ilmiah, dan pengembangan karier akademik akan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas proses pembelajaran serta lulusan yang dihasilkan.

“Dalam kegiatan ini kami menyampaikan bahwa perlunya peningkatan SDM, bukan hanya mahasiswa, tetapi juga dosen. Kemampuan bahasa, penelitian yang baik, dan pengembangan karier perlu terus ditingkatkan. Jika hal ini dilakukan, manfaatnya akan dirasakan oleh mahasiswa sehingga mereka menjadi lulusan yang berkualitas,” ungkapnya.

Selain penguatan SDM, Prof. Sahiron memperkenalkan konsep Kurikulum Berbasis Cinta sebagai paradigma pendidikan yang menempatkan nilai spiritual, kemanusiaan, dan etika sebagai fondasi utama penyelenggaraan pendidikan tinggi. Menurutnya, kurikulum tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT sekaligus membangun budaya saling menghormati, menghargai, dan mengasihi antarsesama dalam kehidupan akademik.

“Kurikulum Berbasis Cinta adalah kurikulum yang dirancang agar kita mencintai Allah Ta’ala dan menumbuhkan mahabbah kepada sesama manusia,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa implementasi kurikulum tersebut harus tercermin dalam interaksi akademik yang sehat antara dosen dan mahasiswa maupun antarmahasiswa, melalui penciptaan lingkungan kampus yang inklusif, bebas dari perundungan (bullying), diskriminasi, serta segala bentuk kekerasan. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang kondusif bagi pengembangan karakter, integritas, dan prestasi akademik.

Menutup sesi pembinaan, Prof. Sahiron menyampaikan apresiasi atas perkembangan UII Dalwa serta berharap universitas terus memperkuat kualitas kelembagaan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan memperluas jejaring akademik internasional sehingga mampu bertransformasi menjadi perguruan tinggi Islam swasta yang berdaya saing global.

“Harapan kami, Dalwa terus maju, terus meningkatkan kualitasnya, dan menjadi universitas swasta yang bertaraf internasional,” tutupnya.

Seminar Pembinaan Kelembagaan ini menjadi momentum strategis bagi UII Dalwa dalam memperkuat komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi, pengembangan budaya akademik yang humanis, serta implementasi kebijakan pendidikan nasional yang adaptif terhadap tantangan global. Melalui sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi, UII Dalwa diharapkan semakin mampu menghasilkan lulusan yang unggul, berintegritas, dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.Adibun/Randi.S./red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *