Surabaya – UII Dalwa kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan profesionalisme dan tata kelola sumber daya manusia akademik melalui keikutsertaan 18 dosen dalam kegiatan Pembinaan, Penyerahan Sertifikat Pendidik dan Penandatanganan Pakta Integritas bagi Dosen Sertifikasi Tahun Lulus 2025 yang diselenggarakan oleh Kopertais Wilayah IV Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung dalam Angkatan II tersebut dilaksanakan pada Selasa-Rabu, 18-19 Agustus 2026, bertempat di Harris Hotel & Conventions Gubeng, Surabaya. Berdasarkan surat undangan resmi, Angkatan II diperuntukkan bagi peserta dengan nomor urut 351–698, dengan registrasi pada Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB.
Delegasi UII Dalwa dalam kegiatan tersebut berjumlah 18 dosen dengan nomor urut 567–584, sebagaimana tercantum dalam daftar peserta resmi. Mereka adalah Alfan Arifuddin, M.Si.; M. Robi’in, S.E., M.M.; ‘Inayatul Maula, S.Pd., M.Pd.; Welly Kuswanto, S.S., M.Pd.; Rizka Anugrah, M.Pd.I.; Mohamad Syafiq, S.Psi., M.Pd.; Wardatul Fitriyah, S.Ud., M.Th.I.; Muhammad Zuhdi, M.H.I.; Reiza Praselanova, S.Kom., M.I.Kom.; Drs. Junaidi, M.Pd.I.; S. Ahmad Al Hamid, M.Pd.I.; Saparwadi, S.H.I., M.Pd.I.; Bahru Rozi, M.Pd.I.; Achmad Djuaini, S.Ag., M.Pd.; Ahmad Misbah, M.Pd.I.; Laily Zunaida, S.S., M.Pd.; Novi Ariyanti, S.Pd., M.Pd.I.; dan Unun Zumairoh Asr Himsyah, M.Pd.
Kehadiran para dosen tersebut didampingi oleh Wakil Rektor IV UII Dalwa, Dr. Akhmad Fauzi Hamzah, M.H.I., bersama Kabag Kepegawaian M. Sukron, S.S., M.Pd.I. Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan dan keterlibatan dosen UII Dalwa dalam agenda penguatan profesionalisme dosen pada tingkat Kopertais Wilayah IV Jawa Timur.
Secara substantif, kegiatan pembinaan diarahkan pada peningkatan mutu perguruan tinggi melalui penguatan profesionalisme dosen. Agenda hari pertama mencakup pengarahan mengenai “Peningkatan Mutu PTKIS melalui Profesionalisme Dosen”, serta materi peningkatan kapasitas dosen dalam penyusunan Laporan Beban Kinerja Dosen berbasis SISTER dan penguatan kapasitas jenjang karier dosen PTKIS.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada hari kedua dengan pemanggilan peserta, penyiapan dokumen pakta integritas dan sertifikat, serta penandatanganan Pakta Integritas, penyerahan Sertifikat Pendidik, dan SK Inpassing Tunjangan. Agenda tersebut dihadiri dan difasilitasi oleh jajaran pimpinan serta tim ahli Kopertais Wilayah IV Jawa Timur.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur Kementerian Agama dan Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, antara lain Prof. Dr. Suyitno, M.Ag., Dr. H. Ilhamulloh Sumarkan, M.Ag., Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, M.Si., H. Muhammad Aziz Hakim, MH., dan Ummu Shofiyah, S.SI.
Bagi UII Dalwa, keikutsertaan 18 dosen dalam agenda sertifikasi tersebut tidak sekadar menjadi pemenuhan administratif, tetapi juga merupakan bagian dari penguatan budaya akademik yang berorientasi pada profesionalisme, integritas, akuntabilitas, dan peningkatan mutu kinerja dosen. Sertifikasi dosen diharapkan semakin memperkuat kapasitas tenaga pendidik dalam menjalankan tugas utama perguruan tinggi melalui pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan penunjang secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut sejalan dengan substansi kegiatan Kopertais yang menekankan pentingnya profesionalisme dosen sebagai salah satu instrumen strategis dalam peningkatan mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS). Para peserta juga diwajibkan membawa dokumen kinerja Tridarma Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 yang meliputi pendidikan/pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kegiatan penunjang.
Dengan kehadiran 18 dosen UII Dalwa dalam kegiatan tersebut, institusi semakin mempertegas orientasi pengembangan sumber daya manusia akademik berbasis kompetensi, profesionalitas, integritas, dan tata kelola kinerja. Langkah ini diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, produktivitas riset, penguatan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan ekosistem akademik UII Dalwa yang unggul dan berkelanjutan.Randi.S./red.


