Lumajang – Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab UII Dalwa melaksanakan kegiatan ziarah akademik ke makam tokoh sejarah Nusantara, Arya Wiraradja, yang berlokasi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada hari Jum’at (13/03/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi SPI, Ustadz Samsul Huda, M.Pd., sebagai bagian dari upaya penguatan kajian historis dan pembelajaran kontekstual dalam studi sejarah peradaban Islam di Indonesia.
Study visit tersebut turut didampingi oleh sejumlah dosen UII Dalwa, yakni Dr. Hazarul Aswat, M.H.I., Dr. H. A. Sahrandi, M.Pd.I., Safarwadi, M.Pd., serta staf akademik Mansyur, S.Pd. Kehadiran para akademisi tersebut menunjukkan komitmen institusi dalam mengintegrasikan kajian tekstual dengan eksplorasi langsung terhadap situs-situs sejarah penting di Nusantara.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan akademik memperoleh penjelasan langsung dari Hakim, Wakil Juru Kunci makam mengenai latar belakang sejarah Arya Wiraradja. Menurut penuturan yang disampaikan, Arya Wiraradja merupakan tokoh penting dalam sejarah politik dan pemerintahan di wilayah Jawa Timur pada masa peralihan dari Kerajaan Singasari menuju Majapahit.
Dijelaskan bahwa Arya Wiraradja merupakan putra dari seorang ibu bernama Nararyya Kirana, yang dikenal sebagai tokoh masyarakat di wilayah Lamajang (Lumajang). Ayahnya disebut sebagai seorang tokoh agama Hindu yang bermukim di daerah Ranu Pakis di lereng Gunung Lamongan. Sejak masa mudanya, Arya Wiraradja telah terlibat dalam struktur pemerintahan Kerajaan Singasari.
Dalam perjalanan karier politiknya, Arya Wiraradja pernah menjabat sebagai pejabat kerajaan dengan gelar Banyak Wide. Selanjutnya, ia diangkat sebagai Juru Demung dengan gelar Demung Arya Adikara. Perjalanan kariernya terus berkembang hingga dipercaya menjadi Bupati Sumenep dengan gelar Arya Wiraradja.
Dalam fase berikutnya, Arya Wiraradja memimpin wilayah Lamajang Tigang Juru dan dikenal dengan gelar Prabu Minak Koncar. Kepemimpinannya di wilayah tersebut berlangsung dalam rentang waktu yang cukup panjang, yakni sekitar tahun 1294 hingga 1361 M. Sosok Arya Wiraradja dalam historiografi Nusantara dikenal sebagai tokoh strategis yang memiliki peran penting dalam dinamika politik kerajaan-kerajaan besar di Jawa Timur pada masa itu.
Kaprodi SPI menyampaikan bahwa kegiatan study visit ini merupakan bagian dari pendekatan pembelajaran berbasis situs sejarah (historical site-based learning). Menurutnya, studi sejarah tidak hanya dapat dipahami melalui literatur, tetapi juga melalui pengamatan langsung terhadap jejak-jejak historis yang masih tersisa di lapangan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat kesadaran historis terhadap tokoh-tokoh penting dalam sejarah Nusantara, sekaligus memperkaya perspektif kajian dalam bidang Sejarah Peradaban Islam.
“Study visit ini menjadi sarana untuk menghubungkan kajian teori sejarah yang dipelajari di ruang kelas dengan fakta-fakta historis yang terdapat di lapangan. Dengan demikian, akan dapat memahami sejarah secara lebih komprehensif, kontekstual, dan kritis,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Program Studi SPI Fakultas Adab UII Dalwa berharap dapat terus mengembangkan model pembelajaran sejarah yang integratif, yaitu memadukan kajian akademik, penelitian lapangan, serta pelestarian nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam warisan sejarah Nusantara.Randi.S./red.



