Mataram – Direktur Pascasarjana Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah (UII Dalwa) turut menghadiri Majelis Silaturahmi Ulama dan Umara bertajuk “Berkah untuk NTB Makmur Mendunia” yang digelar di halaman tengah Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini menghadirkan energi persatuan yang kuat antara para masyaikh, tuan guru, dan jajaran pemerintah daerah sebagai fondasi penguatan peradaban dan kesejahteraan masyarakat.
Rombongan ulama dari Dalwa dipimpin langsung oleh Abuya al-Habib Zain Baharun, didampingi sejumlah pengasuh di antaranya Habib Ali Ridho Baharun, serta Direktur Pascasarjana UII Dalwa Assoc. Prof. Zainal Abidin, M.Pd., CIQaR, CIRK, CIE,.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pascasarjana UII Dalwa menegaskan bahwa pertemuan ulama’ dan umara’ bukan sekadar agenda seremonial, melainkan merupakan kekuatan strategis peradaban. Menurutnya, sinergi nilai keilmuan, kebahasaan, dan dakwah menjadi modal utama dalam membangun persatuan umat di tengah tantangan global.
Ia memperkenalkan Pondok Pesantren Dalwa sebagai “rumah bahasa dan dakwah”, yang menempatkan bahasa dan ilmu pengetahuan sebagai instrumen pemersatu umat lintas budaya dan wilayah.
“Bahasa dan ilmu bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga jembatan peradaban yang mampu menyatukan umat dan mempercepat kemajuan masyarakat,” tegasnya.
Majelis silaturahmi ini dinilai menjadi pesan kuat bahwa ketika ulama dan umara berjalan seiring, yang lahir bukan sekadar wacana normatif, melainkan daya dorong nyata untuk mempercepat terwujudnya NTB Makmur Mendunia melalui penguatan sumber daya manusia, penjagaan nilai keagamaan, perawatan persatuan sosial, serta penciptaan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Mewakili ulama dan tuan guru NTB, Prof. H. Masnun Tahir, Rektor UIN Mataram sekaligus Ketua PWNU NTB, menyampaikan sambutan hangat dengan menyebut NTB sebagai “sejengkal tanah surga di bumi.” Ia menegaskan bahwa silaturahmi ulama dan umara merupakan kekuatan moral dan sosial dalam menegakkan keadilan serta memperkokoh persatuan umat.
“Ulama dan umara harus terus memperkuat silaturahmi dalam mewujudkan kedaulatan dan keadilan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo dalam sambutannya menegaskan komitmen menjaga kedekatan antara aparat penegak hukum, ulama, dan masyarakat. Ia juga menyinggung arah pembaruan hukum nasional yang menekankan pendekatan restorative justice, agar penegakan hukum tetap menghadirkan rasa keadilan dan kemaslahatan sosial.
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan penghormatan atas kepercayaan menjadikan NTB sebagai tuan rumah majelis penuh keberkahan tersebut. Ia menyebut pertemuan ini sebagai ruang strategis untuk memperkuat ikatan batin antara pemerintah dan para ulama.
“Ini kehormatan bagi NTB. Semoga membawa keberkahan,” ungkapnya.
Majelis Silaturahmi Ulama dan Umara ini menegaskan kembali posisi strategis kolaborasi antara institusi keagamaan, akademisi, dan pemerintah sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan berbasis nilai, demi terwujudnya NTB yang maju, religius, dan berdaya saing global.Randi.S./red.
disadur ulang dari https://suarantb.com/



