Deteksi Dini sebagai Kunci Pencegahan: Mahasiswa Ikuti Seminar Penyuluhan Tuberkulosis (TBC)

UII DALWA – Qismu Shihhah (Bagian Kesehatan) Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa) menyelenggarakan seminar kesehatan bertajuk “Penyuluhan Tuberkulosis (TBC): Kenali, Cegah, dan Obati TBC Sejak Dini” pada Jumat (26/6/2026) siang di Masjid Baitul Ghoffar. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Mahasiswa, santri dan pengurus pondok sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan serta membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pencegahan penyakit menular di lingkungan pesantren.

Seminar menghadirkan dr. Bahrul, S.Kep., Ners. dari Puskesmas Desa Raci sebagai narasumber utama. Dalam sambutannya, ketua pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi komprehensif kepada mahasiswa dan santri mengenai tuberkulosis (TBC), mulai dari karakteristik penyakit, mekanisme penularan, langkah-langkah pencegahan, hingga pentingnya deteksi dan pengobatan sejak dini.

Rangkaian kegiatan dimulai setelah pelaksanaan salat Jumat dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi. Dalam presentasinya, dr. Bahrul menjelaskan bahwa tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan ditularkan melalui percikan droplet ketika penderita batuk, bersin, maupun berbicara. Oleh karena itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta deteksi dini menjadi faktor penting dalam memutus rantai penularan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses pengobatan TBC memerlukan kedisiplinan tinggi karena berlangsung selama sekitar enam hingga dua belas bulan. Kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan menjadi kunci utama keberhasilan terapi sekaligus mencegah terjadinya resistensi obat.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, panitia juga membuka sesi diskusi interaktif yang dimanfaatkan para santri untuk mengajukan berbagai pertanyaan seputar gejala, pencegahan, hingga proses pengobatan tuberkulosis. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan pesantren.

Dalam wawancaranya bersama Tim Dalwa Berita, dr. Bahrul berharap seluruh santri memiliki kesadaran untuk melakukan skrining TBC sedini mungkin agar penanganan dapat dilakukan sebelum terjadi kerusakan pada organ paru-paru.

“Harapan saya sederhana. Saya ingin teman-teman santri di pondok ini lebih dini melakukan skrining TBC sehingga apabila terdeteksi sejak awal, kondisinya masih ringan, belum terjadi kerusakan pada paru-paru, sehingga proses pengobatannya menjadi lebih mudah dan lebih cepat,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata dari Qismu Shihhah kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendukung peningkatan literasi kesehatan warga pesantren.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, Dalwa menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pesantren dan kampus yang sehat, edukatif, dan responsif terhadap isu-isu kesehatan masyarakat. Edukasi kesehatan yang berkelanjutan diharapkan mampu membentuk budaya hidup sehat sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan pendidikan berbasis pesantren.Adibun/Randi.S./red.

Share:

More Posts

Dari Ilmu Pengetahuan Menuju Peradaban

Oleh: Dr. Kholili Hasib Kaprodi Doktoral PAI Interdisipliner Pascasarjana UII DALWA Salah satu persoalan mendasar dunia ilmu pengetahuan saat ini adalah munculnya apa yang dapat

Send Us A Message