UII DALWA – Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Ditlantas Polda Jatim) dan Kepolisian Resor Pasuruan menyelenggarakan program SIM Masuk Pesantren pada Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini menghadirkan pelayanan pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi santri, mahasiswa, dosen, tenaga pengajar, serta keluarga besar Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah.
Kegiatan yang berlangsung di area belakang Hotel Dalwa Syariah tersebut dihadiri Direktur Korlantas Jawa Timur AKBP Hendrix Kusuma Wardhana, S.H., S.I.K., M.H. Kedatangannya disambut Direktur Pascasarjana UII Dalwa Assoc. Prof. Dr. Zainal Abidin, M.Pd., CIQaR, CIRK, CIE., Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Imaduddin, M.Pd., dan Wakil Rektor IV Dr. Akhmad Fauzi Hamzah, M.Pd.I.
Program ini merupakan bentuk pendekatan pelayanan publik kepolisian kepada masyarakat, khususnya lingkungan pesantren dan perguruan tinggi. Pelaksanaannya juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Operasi Patuh 2026 yang berlangsung secara nasional pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Direktur Korlantas Jawa Timur menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan mendekatkan pelayanan kepolisian kepada komunitas pesantren sekaligus memberikan kemudahan administrasi bagi masyarakat dalam memperoleh SIM baru maupun melakukan perpanjangan.
“Kehadiran layanan di lingkungan pesantren ini kami harapkan dapat meningkatkan aksesibilitas pelayanan, sehingga santri, pengasuh, dan civitas akademika tidak perlu mengeluarkan waktu dan tenaga tambahan untuk mengurus administrasi SIM di kantor pelayanan kepolisian”. Ungkapnya.
Kebijakan penerbitan SIM baru melalui layanan SIM keliling dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Kapolri dan Kakorlantas untuk mendukung pelaksanaan Operasi Patuh 2026.
Panitia menyediakan sekitar 300 kuota pelayanan bagi mahasiswa, santri, dosen, dan tenaga pengajar. Pendaftaran telah dibuka secara terbatas sejak malam sebelum kegiatan, sedangkan proses pelayanan dilaksanakan melalui mobil SIM keliling yang ditempatkan di area belakang Hotel Dalwa Syariah.
Pengawas AKP Anggit Ilham Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M., menambahkan bahwa mekanisme pendaftaran awal memungkinkan proses pelayanan pada hari pelaksanaan menjadi lebih efektif. Peserta yang telah terdaftar dapat melanjutkan tahapan registrasi dan pengujian sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga waktu tunggu dapat diminimalkan.
Direktur Pascasarjana UII Dalwa berharap program SIM Masuk Pesantren dapat menjadi sarana memperkuat hubungan kelembagaan antara kepolisian dan lingkungan pesantren. Sinergi tersebut dinilai penting dalam membangun komunikasi, meningkatkan kesadaran hukum, serta mendukung terciptanya budaya tertib berlalu lintas di kalangan santri dan masyarakat akademik.
Penyelenggaraan kegiatan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi, lembaga pesantren, dan aparat penegak hukum dalam memperluas jangkauan pelayanan publik. Melalui pendekatan pelayanan langsung, UII Dalwa turut menjadi ruang kolaborasi strategis dalam mendukung kemudahan administrasi masyarakat sekaligus penguatan kesadaran keselamatan berlalu lintas.Dhimas/Randi.S./red.




