Transformasi Ruang Literasi Berbasis Pesantren: Taman Baca Dalwa Perkuat Ekosistem Pembelajaran dan Budaya Akademik

UII DALWA – Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah terus mengembangkan infrastruktur akademik melalui transformasi bekas pusat kepengurusan pesantren menjadi taman baca terpadu. Kawasan yang berada di sisi timur Masjid Baitul Ghoffar, tepat di samping Dalwa Mall, kini dirancang sebagai ruang literasi modern yang mendukung proses pembelajaran, penelitian, dan pengembangan budaya akademik bagi mahasiswa maupun santri.

Transformasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan kawasan pendidikan yang mengintegrasikan fungsi literasi, teknologi informasi, serta ruang interaksi akademik dalam satu lingkungan belajar yang nyaman dan representatif.

Dalam wawancara yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026), arsitek pembangunan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, Habib Ahmad Baagil, menjelaskan bahwa pembangunan taman baca telah dirancang sejak awal atas arahan Pengasuh Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, Abuya al-Habib Zain Baharun, sebagai upaya menghadirkan ruang belajar yang lebih terbuka, nyaman, dan mampu menumbuhkan budaya literasi di lingkungan pesantren dan kampus UII Dalwa.

Menurutnya, konsep pembangunan mengadaptasi berbagai referensi arsitektur dari sejumlah negara dengan tetap mempertahankan karakter khas pesantren. Selain mengembangkan taman baca, proyek tersebut juga mencakup revitalisasi kawasan Dalwa Mall agar lebih terintegrasi dengan aktivitas pendidikan mahasiswa dan santri.

Berdiri di atas lahan seluas sekitar 800 meter persegi, taman baca dirancang sebagai ruang publik akademik yang memadukan aspek estetika, kenyamanan, dan fungsi edukatif. Berbagai area duduk disediakan untuk mendukung aktivitas membaca, diskusi ilmiah, pembelajaran mandiri, maupun kolaborasi antarmahasiswa dan santri.

 

Tidak hanya menghadirkan ruang baca konvensional, kawasan tersebut juga dilengkapi Digital Smart Board yang memungkinkan pengguna mengakses informasi akademik dan berbagai referensi digital. Selain itu, tersedia Online Public Access Catalog (OPAC) yang terhubung dengan koleksi perpustakaan sehingga memudahkan penelusuran literatur secara elektronik. Fasilitas tersebut juga memberikan akses terhadap koleksi Maktabah Syamilah, informasi sejarah Dalwa, serta berbagai sumber pengetahuan digital lainnya di bawah pengawasan pengelola.

Sebagai bagian dari penguatan budaya literasi, taman baca juga menyediakan media informasi melalui majalah dinding (mading) yang dikelola oleh berbagai unit di lingkungan pesantren. Mading tersebut menjadi ruang publikasi informasi, karya seni mahasiswa, pengembangan bahasa Arab, serta pemberitaan kampus melalui Dalwa Berita sehingga mendorong partisipasi aktif sivitas akademika dalam produksi pengetahuan.

Pengembangan kawasan literasi juga didukung fasilitas penunjang berupa cafeteria, area terbuka yang nyaman, pencahayaan taman, hingga sistem sirkulasi udara menggunakan kipas High Volume Low Speed (HVLS) yang dirancang untuk menjaga kenyamanan pengguna selama beraktivitas. Selain meningkatkan kualitas lingkungan belajar, kawasan tersebut dilengkapi bollard sebagai pembatas area sehingga aktivitas membaca tetap kondusif dan terhindar dari lalu lintas kendaraan.

Revitalisasi kawasan tidak berhenti pada pembangunan taman baca. Proyek ini juga meliputi pengembangan Dalwa Mall melalui konsep bangunan yang lebih terbuka dengan penggunaan dinding kaca menghadap kawasan pesantren. Di lantai pertama akan tersedia layanan optik untuk memenuhi kebutuhan kesehatan mata mahasiswa dan santri, sedangkan lantai kedua menjadi pusat penyediaan berbagai kebutuhan sandang melalui pengembangan Boutique Hubabah dan Dalwa Collection.

Habib Ahmad Baagil menegaskan bahwa seluruh fasilitas tersebut dibangun sebagai bentuk ikhtiar menghadirkan lingkungan belajar yang lebih berkualitas. Oleh karena itu, mahasiswa dan santri diharapkan memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia sebagai bagian dari budaya akademik dan pengabdian kepada lembaga.

Pembangunan taman baca terpadu ini menjadi salah satu langkah strategis Dalwa dalam memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis pesantren dan akademik. Integrasi antara ruang literasi, teknologi informasi, fasilitas penunjang, dan lingkungan akademik diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran, memperkuat budaya membaca, serta mendorong lahirnya tradisi keilmuan yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan tinggi di era digital.Dhimas/Randi.S./red.

Share:

More Posts

Send Us A Message