Pengembangan Ekosistem Riset dan Publikasi Ilmiah melalui Pelatihan Penulisan Jurnal Internasional di UII Dalwa

WhatsApp Image 2026-07-08 at 10.05.40

UII DALWA – Dalam upaya memperkuat budaya akademik serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi, UII Dalwa menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah yang diikuti oleh dosen yang aktif dalam penelitian dari berbagai macam program studi. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang penelitian dan publikasi ilmiah yang berdaya saing nasional maupun internasional.

Pelatihan yang berlangsung di UII Dalwa pada hari Selasa, 07 Juli 2026 ini menghadirkan narasumber Assoc. Prof. Dr. Syarifah Ema Rahmaniah, M.Ed dosen Universitas Tanjungpura Pontianak yang berpengalaman dalam bidang metodologi penelitian, penulisan artikel ilmiah, serta publikasi pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi. Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh pembekalan secara komprehensif mengenai strategi menyusun artikel ilmiah yang memenuhi standar akademik, mulai dari penyusunan ide penelitian hingga proses publikasi melalui sistem jurnal.

Dalam sambutannya, Dr. Akhmad Fauzi Hamzah, M. Pd. Wakil Rektor IV menyampaikan bahwa penguatan budaya riset merupakan salah satu prioritas utama dalam pengembangan perguruan tinggi. Menurutnya, universitas tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta penyelesaian berbagai persoalan di tengah masyarakat baik tingkat nasional maupun internasional. Sambutan kedua oleh Assoc. Prof. Dr. Imaddudin, M.Pd.I Wakil Rektor III menegaskan bahwa publikasi ilmiah menjadi indikator penting dalam mengukur produktivitas akademik sekaligus meningkatkan reputasi institusi. Oleh karena itu, kemampuan menulis artikel ilmiah perlu terus ditingkatkan melalui berbagai program pendampingan yang berkelanjutan.

Kegiatan pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai urgensi publikasi ilmiah dalam dunia akademik. Narasumber menjelaskan bahwa hasil penelitian akan memberikan dampak yang lebih luas apabila dipublikasikan pada jurnal ilmiah yang memiliki sistem penelaahan sejawat (peer review). Publikasi tidak hanya menjadi sarana diseminasi hasil penelitian, tetapi juga menjadi media pertukaran gagasan ilmiah yang mendorong lahirnya inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Peserta kemudian mendapatkan materi mengenai struktur artikel ilmiah yang sesuai dengan standar jurnal nasional maupun internasional. Pembahasan meliputi penyusunan judul yang efektif, penulisan abstrak yang informatif, penyusunan kata kunci, pendahuluan berbasis research gap, metode penelitian yang sistematis, penyajian hasil penelitian, pembahasan yang argumentatif, penyusunan kesimpulan, hingga teknik penulisan daftar pustaka sesuai gaya sitasi yang berlaku.

Salah satu sesi yang mendapatkan perhatian besar dari peserta adalah pembahasan mengenai novelty atau kebaruan penelitian. Narasumber menjelaskan bahwa salah satu penyebab artikel ditolak oleh editor jurnal adalah belum jelasnya kontribusi ilmiah yang ditawarkan penulis. Oleh karena itu, peserta diajak memahami berbagai bentuk kebaruan penelitian, baik dari aspek teori, metodologi, objek kajian, maupun model konseptual yang dikembangkan.

Tidak hanya memperoleh materi konseptual, peserta juga dibimbing dalam melakukan pencarian referensi ilmiah menggunakan berbagai basis data akademik. Mereka diperkenalkan dengan teknik menemukan artikel yang relevan, mengevaluasi kualitas referensi, serta menyusun kajian pustaka yang mampu menunjukkan posisi penelitian di antara penelitian-penelitian sebelumnya.

Selain aspek teknis penulisan, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai etika publikasi ilmiah. Pembahasan mencakup pentingnya menjaga integritas akademik, menghindari plagiarisme, melakukan parafrase yang benar, serta memastikan seluruh data penelitian disajikan secara jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. Narasumber menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.

Suasana pelatihan semakin interaktif ketika memasuki sesi praktik penulisan artikel ilmiah. Seluruh peserta diminta membawa hasil penelitian masing-masing untuk dikembangkan menjadi artikel yang siap dipublikasikan. Dengan pendampingan langsung dari narasumber dan tim fasilitator, peserta melakukan revisi terhadap struktur artikel, memperbaiki kualitas argumentasi ilmiah, serta menyempurnakan teknik sitasi dan penyusunan daftar pustaka.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Berbagai persoalan yang selama ini dihadapi penulis pemula, seperti menentukan jurnal tujuan, memahami komentar reviewer, menyusun surat tanggapan revisi, hingga strategi meningkatkan peluang diterimanya artikel, dibahas secara mendalam melalui forum tanya jawab. Dan kedepan pelatihan ini akan berlanjut pada MoU dan kolaborasi penelitian untuk semakin memperkuat jaringan antar perguruan tinggi se Indonesia.

Pelaksanaan pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen UII Darullughah Wadda’wah dalam membangun budaya akademik yang unggul. Dengan meningkatnya kompetensi dosen, mahasiswa, dan peneliti dalam menulis serta mempublikasikan karya ilmiah, universitas optimistis dapat meningkatkan kualitas penelitian sekaligus memperluas jejaring kolaborasi akademik di tingkat nasional maupun internasional. Semangat kolaborasi, inovasi, dan integritas yang ditanamkan melalui kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi akademisi yang produktif, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta mampu memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi kemajuan bangsa dan peradaban.Vie/Randi.S./red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *