Kegiatan yang dipusatkan di Markas Polres Pasuruan itu diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri atas unsur Kepolisian Republik Indonesia, pemerintah daerah, keluarga besar Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, akademisi UII Dalwa, serta masyarakat umum. Rute gowes sepanjang kurang lebih 13 kilometer berakhir di kawasan Dalwa Jadid Raci Bangil.
Ketua Dalwa Creative Agency, Ust. Abdurrahman Fahmi, menjelaskan bahwa peserta terdiri atas sekitar 250 personel kepolisian dan 150 masyayikh, asatidzah, serta keluarga besar Pondok Pesantren Dalwa. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam membangun hubungan harmonis antara institusi negara dan lembaga pendidikan Islam.
Sebelum pelepasan peserta, Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. bersama pimpinan Pondok Pesantren Dalwa memberikan sambutan yang menekankan pentingnya menjaga persatuan, kesehatan, dan kebersamaan. Momentum tersebut semakin semarak ketika seluruh peserta menyuarakan yel-yel “Sehat, Kuat, Bermartabat” sebagai simbol semangat kolektif dalam membangun masyarakat yang tangguh.
Rektor UII Dalwa, al-Habib Assoc. Prof. Dr. Segaf Baharun, M.H.I., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merepresentasikan nilai-nilai Islam yang mendorong harmonisasi hubungan antara ulama dan umara dalam membangun kehidupan masyarakat.
“Pada sore ini telah terwujud suatu pemandangan yang sangat luar biasa sebagaimana diharapkan Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu bersinerginya ulama dan umara. Alhamdulillah, kebersamaan ini dapat kita wujudkan bersama,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, Abuya al-Habib Zain Baharun, sebagai ikhtiar memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh peserta serta bangsa Indonesia.
Tepat pukul 16.00 WIB, rombongan peserta memulai perjalanan gowes yang dipimpin oleh jajaran pimpinan Pondok Pesantren Dalwa, unsur Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kapolres Pasuruan, Wakapolres Pasuruan, pejabat Pemerintah Kabupaten Pasuruan, serta tokoh masyarakat. Sepanjang perjalanan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi sembari menyapa masyarakat yang menyaksikan dari sepanjang rute.
Sesampainya di kawasan Dalwa Jadid sekitar pukul 16.50 WIB, rombongan disambut penampilan drumband Dalwa sebelum memasuki garis finis di lingkungan MI Dalwa. Selain menjadi ajang olahraga bersama, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial melalui berbagai rangkaian acara, mulai dari pembagian konsumsi sehat, hiburan islami, hingga pengundian hadiah bagi peserta.
Nuansa religius semakin terasa ketika seluruh peserta melaksanakan Salat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan penampilan Grup Mambaus Shofa dan Boyband Hibbun Nabi yang membawakan nasyid dalam berbagai bahasa sebagai bentuk syiar budaya pesantren.
Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Dalwa atas dukungan penuh dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan pesantren merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menjaga stabilitas, keamanan, serta memperkuat hubungan kemasyarakatan.
Apresiasi serupa disampaikan Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi representasi nyata kolaborasi berbagai elemen bangsa yang berpijak pada nilai keilmuan, keadilan, dakwah, dan doa sebagai fondasi pembangunan masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan kebersamaan ini, Bhayangkara yang telah berusia 80 tahun senantiasa diberikan kekuatan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” tuturnya.
Sementara itu, Mudir Ma’had Dalwa menegaskan bahwa pesantren senantiasa berkomitmen membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam memperkuat moderasi beragama, menjaga persatuan nasional, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Melalui kegiatan Gowes Sehat Ulama dan Umara ini, Pondok Pesantren Dalwa kembali menunjukkan perannya tidak hanya sebagai pusat pendidikan Islam, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi sosial yang mempertemukan unsur akademik, pemerintah, aparat negara, dan masyarakat dalam membangun harmoni, kesehatan, serta semangat kebangsaan menuju Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing.Dhimas/Randi.S./red.



