Bangil, 03 Maret 2026 – Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Tahun 2026 resmi dilaksanakan pada 1–28 Februari 2026 di sejumlah madrasah wilayah Bangil, Kabupaten Pasuruan. Mengusung tema “Integrasi Nilai Keislaman dan Keterampilan Bahasa dalam Pembelajaran Bahasa Arab”, kegiatan ini menjadi implementasi nyata kurikulum berbasis praktik kependidikan yang menekankan penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mahasiswa calon guru.
Pelaksanaan PPL tahun ini tersebar di beberapa lembaga pendidikan, antara lain MTs Negeri 1 Pasuruan, SMP Al Ikhlas Bangil, MTs/MA Ma’arif Bangil, MTs Darul Ulum Bangil, serta sejumlah madrasah swasta lainnya di wilayah Bangil dan sekitarnya.
Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada kesiapan institusi dalam mendukung praktik pembelajaran Bahasa Arab serta komitmen kolaboratif antara pihak kampus dan madrasah mitra. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif.
Sejak hari pertama, mahasiswa PPL mengikuti orientasi yang mencakup pengenalan lingkungan madrasah, tata tertib, kurikulum, serta koordinasi dengan guru pamong. Tahapan ini dilanjutkan dengan observasi pembelajaran Bahasa Arab di kelas untuk mengidentifikasi karakteristik peserta didik, pendekatan metodologis guru, serta strategi evaluasi yang digunakan.
Pendekatan observasional tersebut bertujuan membangun sensitivitas pedagogik mahasiswa terhadap dinamika kelas dan kebutuhan belajar siswa. Hasil observasi menjadi dasar dalam penyusunan perangkat pembelajaran yang relevan dan adaptif.
Memasuki pekan kedua dan ketiga, mahasiswa mulai melaksanakan praktik mengajar secara bertahap. Kegiatan ini meliputi penyusunan RPP/Modul Ajar, bahan ajar, media pembelajaran, serta instrumen evaluasi. Dalam implementasinya, mahasiswa menerapkan berbagai metode aktif dan komunikatif, seperti: metode langsung (al-thariqah al-mubasyirah), pembelajaran berbasis permainan bahasa, diskusi kelompok dan latihan empat keterampilan berbahasa (maharah istima’, kalam, qira’ah, dan kitabah)
Integrasi nilai keislaman diwujudkan melalui pemilihan materi teks bernafaskan akhlak, keteladanan, serta penguatan karakter religius dalam interaksi pembelajaran. Dengan demikian, Bahasa Arab tidak hanya diposisikan sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai medium internalisasi nilai-nilai Islam.
Selain praktik mengajar, mahasiswa turut berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler Bahasa Arab, administrasi pembelajaran, serta aktivitas keagamaan dan pembinaan kedisiplinan siswa. Keterlibatan ini bertujuan membentuk karakter calon pendidik yang profesional, adaptif, dan berintegritas.
Pendekatan holistik tersebut sejalan dengan paradigma pendidikan Islam yang menekankan keseimbangan antara kompetensi akademik dan pembentukan akhlak.
Pada akhir kegiatan, dilaksanakan evaluasi komprehensif yang melibatkan dosen pembimbing lapangan, guru pamong, dan mahasiswa. Aspek yang dievaluasi meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan di kelas, pengelolaan kelas, pemanfaatan media, serta kemampuan refleksi diri.
Secara umum, PPL Tahun 2026 di wilayah Bangil berjalan lancar dan memberikan pengalaman empiris yang signifikan bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi profesional sebagai calon guru Bahasa Arab yang inovatif dan responsif terhadap tantangan pendidikan kontemporer.
Berakhirnya kegiatan pada 28 Februari 2026 menandai capaian penting dalam proses pembentukan calon pendidik. Diharapkan pengalaman praktik ini mampu diinternalisasi dalam dunia pendidikan yang sesungguhnya, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Arab di madrasah.
Melalui integrasi nilai keislaman dan keterampilan bahasa, PPL 2026 menegaskan komitmen akademik kampus dalam melahirkan pendidik Bahasa Arab yang tidak hanya kompeten secara metodologis, tetapi juga berkarakter dan berorientasi pada pembangunan peradaban Islam.Ali/Randi.S./red.






