Penguatan Reputasi Akademik melalui Kemitraan Media Nasional: Evaluasi Pelaksanaan PKL Mahasiswa UII Dalwa di Disway Mojokerto

2ae0bb220c37bb838c5dfa65b2ecaa42

Mojokerto, Universitas Islam Internasional (UII) Dalwa melaksanakan kunjungan resmi ke kantor Disway Mojokerto pada Kamis, 12 Februari 2026. Kunjungan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi kelembagaan di bidang pendidikan, publikasi, serta monitoring akademik mahasiswa yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Monitoring pelaksanaan PKL UII Dalwa dilakukan oleh Wakil Rektor 2 Samsul Huda,M.Pd. didampingi Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Reza,M.Kom, Ketua Pelaksana PKL Dr. Juaini,M.Pd. serta Dr. Muhib Khairul Anam.M.Pd. Kehadiran Pimpinan dan Panitia pelaksana PKL disambut hangat oleh Elsa Fifayanti yang mewakili Direktur Utama Disway Mojokerto, Andung Achmad, yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan.

Dalam sesi diskusi, Wakil Rektor 2 secara khusus menanyakan progres, etos kerja, serta kualitas akademik mahasiswa UII Dalwa selama menjalani magang di lingkungan redaksi. Pertanyaan ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memastikan integrasi antara capaian akademik dan kompetensi profesional mahasiswa.

Elsa Fifayanti memberikan apresiasi atas performa mahasiswa UII Dalwa. Menurutnya, mahasiswa memiliki kekuatan pada orisinalitas gagasan serta perspektif yang segar dalam membaca isu-isu aktual.

“Mahasiswa UII Dalwa memiliki keunggulan pada gagasan-gagasan yang orisinal dan segar dalam memandang sebuah isu. Namun tantangan yang kami temukan adalah bagaimana menuangkan ide tersebut ke dalam tulisan jurnalistik yang sistematis. Mereka punya konsep yang bagus, tetapi masih perlu penguatan pada teknik jurnalistik media online,” jelas Elsa.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya penguatan aspek teknis penulisan berita, termasuk struktur, akurasi data, keberimbangan narasumber, serta kepatuhan terhadap kaidah jurnalistik digital.

Diskusi berlanjut pada dinamika industri media digital. Wakil Rektor 2 menanyakan berbagai kendala teknis yang dihadapi redaksi media online saat ini. Elsa menjelaskan bahwa tantangan terbesar adalah filterisasi hoaks serta kebijakan ketat platform digital global, khususnya terkait konten sensitif.

Ia mencontohkan pengalaman redaksi yang menerima teguran dari mesin pencari terkait publikasi foto kecelakaan, meskipun gambar tersebut telah melalui proses penyamaran (blur).

“Ini menjadi tantangan dalam meliput berita sensitif yang tetap edukatif bagi publik, namun harus mematuhi kebijakan platform digital,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa literasi digital dan etika jurnalistik kontemporer tidak hanya menyangkut akurasi berita, tetapi juga kepatuhan terhadap regulasi algoritmik platform global.

Sebagai tindak lanjut, pihak Disway Mojokerto menawarkan kemitraan strategis dalam publikasi kegiatan akademik dan non-akademik UII Dalwa. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan syiar dakwah kampus serta meningkatkan eksposur reputasi akademik di ruang publik digital.

Sinergi tersebut dinilai relevan dalam konteks transformasi komunikasi perguruan tinggi, di mana publikasi ilmiah dan aktivitas tridarma perguruan tinggi perlu dikemas secara adaptif melalui media daring.

Menutup pertemuan, Wakil Rektor 2 menegaskan bahwa mahasiswa UII Dalwa bukan sekadar peserta magang, melainkan santri yang membawa identitas moral dan adab pesantren ke ruang profesional.

“Mahasiswa kami adalah santri yang membawa nilai-nilai dan batasan moral yang berbeda. Ada adab yang harus tetap dijaga meskipun berada di lingkungan kerja profesional. Kami menitipkan mereka agar tidak hanya unggul secara skill jurnalistik, tetapi juga tetap memegang teguh identitas kesantriannya,” tegas Ust Samsul Huda.

Penegasan ini memperlihatkan model integrasi pendidikan tinggi berbasis pesantren, di mana kompetensi profesional berjalan beriringan dengan pembinaan karakter dan etika keislaman.

Kunjungan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi Islam dan media nasional merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan, dakwah digital, dan penguatan reputasi akademik di tingkat nasional.Randi.S./red.

disadur ulang dari mojokerto.disway.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *