HMPS PAI UII Dalwa Bekali Mahasiswa Pengelolaan Referensi dan Sitasi Digital

UII DALWA – Hampir seluruh pelajar dan pendidik di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari Microsoft Word. Aplikasi pengolah kata ini telah menjadi instrumen utama dalam penyusunan dokumen pembelajaran, artikel ilmiah, hingga skripsi. Namun, di balik perannya yang vital, Microsoft Word kerap pula menjadi sumber persoalan tersendiri, khususnya bagi mahasiswa yang tengah menyusun karya tulis ilmiah.

Kesulitan dalam menyusun daftar isi otomatis, sitasi, serta pengelolaan struktur tulisan sering kali dikerjakan secara manual dan memakan waktu. Tak jarang, aspek teknis penulisan justru dirasakan lebih melelahkan dibandingkan proses riset itu sendiri.

Persoalan tersebut menjadi fokus utama dalam Diklat Microsoft Word yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) UII Dalwa. Kegiatan ini menghadirkan Ust. Kuzairi, M.Pd. Dosen Prodi PAI UII Dalwa sebagai pemateri dan dilaksanakan di Mabna Abuya Hasan Baharun lantai 3.

Dalam pemaparannya, Ust. Kuzairi mengajak peserta untuk memandang Microsoft Word tidak sekadar sebagai alat mengetik, melainkan sebagai sistem kerja penulisan ilmiah yang menyimpan beragam fitur strategis untuk mendukung efektivitas akademik.

“Walaupun hal ini mungkin dianggap sederhana, jika kita gali lebih dalam, maka akan memberikan banyak manfaat,” ungkapnya.

Pada sesi materi, ia menyoroti pemanfaatan sejumlah aplikasi dan fitur pendukung yang kerap terabaikan oleh mahasiswa, di antaranya Mendeley, Zotero, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan karya ilmiah.

Mendeley diperkenalkan sebagai aplikasi pengelola referensi yang mampu membantu mahasiswa dalam pencarian sitasi dan penyusunan daftar pustaka secara otomatis. Dengan sistem yang terintegrasi, mahasiswa tidak lagi direpotkan dengan penulisan nama penulis, tahun terbit, maupun pengurutan referensi secara manual.

Sementara itu, Zotero dinilai memiliki keunggulan pada fleksibilitas sumber terbuka, manajemen referensi berbasis web, serta kontrol yang lebih luas terhadap sumber daring. Kedua aplikasi tersebut diposisikan sebagai solusi praktis untuk mengatasi problem teknis penulisan yang selama ini menjadi kendala utama mahasiswa.

Menariknya, diklat ini juga mengulas peran Artificial Intelligence (AI) dalam proses penulisan karya ilmiah. AI dipaparkan dapat membantu dalam menyusun gambaran awal tulisan, merangkum materi, hingga memberikan kerangka konseptual pembahasan. Kendati demikian, Ust. Kuzairi menegaskan pentingnya etika dan tanggung jawab akademik dalam pemanfaatannya.

“AI bisa digunakan selama mengikuti aturan yang berlaku. AI bisa membantu kita, tetapi tidak bisa menggantikan kita,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami bahwa menulis karya ilmiah tidak hanya bergantung pada kemampuan merangkai kata, tetapi juga pada kecakapan literasi digital dan pemanfaatan teknologi secara bijak. Dengan penggunaan perangkat yang tepat dan bertanggung jawab, proses penulisan diharapkan tidak lagi menjadi beban, melainkan ruang belajar yang lebih efisien, sistematis, dan bermakna.Randi.S./red.

Share:

More Posts

Send Us A Message